PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Kendati wisata Gunung Bromo bertambah wahana dengan balon raksasa, pihak Pemkab Probolinggo menjamin tak akan mengganggu pemasukan usaha jasa lokal seperti kuda dan jeep.

Salah satu pengusaha setempat, Digdoyo Djamaluddin meminta agar wahana balon raksasa tak sampai mematikan wahana lokal.

“Saya berharap adanya balon raksasa itu jangan sampai mematikan jasa kuda dan jasa jeep, sehingga harus ada pasar konsumen tersendiri khusus untuk balon udara,” kata Digdoyo yang Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo itu.

Terpisah, Pemkab Probolinggo melalui Camat Sukapura Bambang Heriwahyudi menegaskan, balon udara dan usaha jasa lokal berbeda segmen. Termasuk dari sisi tarif juga berbeda jauh.

“Jadi adanya balon udara saya kira tak mengganggu keberlangsungan usaha kuda maupun jeep. Karena memang berbeda segmennya. Kemarin tercatat hanya delapan orang yang menggunakan jasa balon itu,” ucapnya Senin (19/8) melalui sambungan selular.

Diketahui tarif jasa kuda dan jeep terbilang terjangkau dimana tarif kuda Rp 100 ribu untuk 1-2 jam. Sedangkan jeep 700 ribu untuk 1-2 jam.

Sementara untuk balon udara Rp 615 ribu bagi wisatawan lokal sedangkan Rp 875 ribu untuk wisatawan mancanegara. Namun jika hanya ingin merasakan sensasi di dalam balon udara lewat kegiatan Cold Inflation, cukup merogoh kocek Rp. Rp 150.000/orang.

Setiap balon udara dapat diisi oleh empat orang penumpang termasuk seorang pilot. Balon udara ini juga hanya terbang secara statik atau naik turun dengan ketinggian terbang maksimal 50 meter. Meskipun durasi setiap terbang hanya bisa 10 menit namun wisatawan akan terpuaskan oleh pengalaman dan pemandangan yang ditawarkan.

Wahana balon raksasa sendiri masih dalam tahap uji coba mulai tanggal 15-25 Agustus 2019. Hal ini juga dilakukan sebagau upaya peningkatan pengunjung Gunung Bromo. (*)

 

 

Penulis: Rahmad Soleh

Editor: Ikhsan Mahmudi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here