PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud), mewacanakan pengembangan destinasi wisata air terjun Kalipedati di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil.

Hal itu karena destinasi wisata yang berada di lereng Pegunungan Argopuro itu dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan objek wisata unggulan. Air terjun dan panorama alam sekitar masih terbilang alami sehingga destinasi wisata itu dianggap layak dikembangkan.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengatakan, pengembangan itu akan dilakukan dengan cara menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Targetnya, pokdarwis nantinya bisa ikut dan berperan langsung dalam memajukan desa.

“Jadi pengembangan yang akan kami lakukan yaitu meningkatkan SDM dari pada pokdarwis. Merekalah yang akan mengelolanya, selain untuk wisatanya juga untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Sugeng, Minggu (18/8).

Di lokasi yang diyaikini menjadi tempat pemandian Dewi Rengganis itu, menurut Sugeng, selain menjadi wahana pengembangan SDM, juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas sehingga wisatawan yang berkunjung merasa nyaman.

“Saat ini fasilitasnya belum ada. Ini masih asli, mulai dari tempat parkir dan akses jalannya. Tapi kedepan nanti akan kami lengkapi fasilitas pendukungnya,” janji Sugeng.

Untuk melengkapi fasilitas itu, lanjut Sugeng, pihaknya berencana mengajukan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020. Akan tetapi, Sugeng tidak menyebut berapa anggaran yang akan ia diajukan nanti.

“Nanti kami alokasikan. Tetapi, untuk nomina anggarannya masih kami bahas dan akan kami hitung dulu,” tutur Sugeng.

Sugeng menambahkan, pihaknya juga akan menggandeng desa, syukur-syukur pemerintah desa bersedia mengucurkan anggaran dari dana desa. Dengan demikian, papar dia, impian terhadap destinasi unggulan di Air Terjun Kalipedati terealisasi.

Baca Juga  Wagub Ngotot Kereta Gantung di Bromo, Pengusaha Tak Rela

“Proses pengembangan destinasi wisata bisa cepat dilakukan. Tentunya juga komunikasi dengan pemerintah desa, agar pemerintah desa bisa mengalokasikan pengembangannya dengan dana desa. Dengan begitu sinergi tidak menunggu lama” tutup Sugeng. (*)

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here