PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Walikota Rukmini mengapresiasi keterwakilan perempuan di legislatif Kota Probolinggo. Hal ini menurutnya bisa mendorong pengembangan tata pemerintahan yang baik.
“Pemkot Probolinggo selalu mendorong keterwakilan perempuan dan kesetaraan gender di lembaga legislatif agar meningkat,” kata Rukmini, saat membuka sosialisasi keterwakilan perempuan dan gender di lembaga legislatif, di gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Walikota Probolinggo, Rabu (9/8/2018).
Walikota mengatakan, secara kuantitatif jumlah perempuan di Lembaga DPRD Kota Probolinggo lebih sedikit dengan jumlah 5 orang perempuan atau 16,6 persen bila dibandingkan laki-laki, sehiggga masih terjadi kesenjangan.
“Persoalan paling penting yang menghalangi upaya peningkatan kualitas hidup yang setara adalah pendekatan pembangunan yang mengabaikan isu tentang kesetaraan dan keadilan gender,” tandasnya.
Dunia politik, lanjut Rukmini, merupakan salah satu ruang kehidupan yang meliputi ruang domestik dan publik, kultural dan struktural. Ia pun berharap caleg perempuan benar benar bisa memperjuangkan aspirasi perempuan.
“Dalam hal politik perempuan dan laki-laki pada dasarnya dan berkiprah di elit kekuasaan, lembaga legislatif, atau minimal berani memperjuangkan aspirasinya sendiri secara independen tanpa pengaruh maupun tekanan pihak apapun,” tukasnya.
Terpisah, salah satu caleg perempuan Nur Andriyani mengaku dirinya bertekad maju sebagai calon legislator untuk memajukan kota Probolinggo. “Ini bagian dari perjuangan untuk membangun Kota Probolinggo, makanya saya maju di Pileg 2019,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Diketahui dalam Pileg 2019, keterwakilan perempuan di Kota Probolinggo sebanyak 118 dari total 320 Caleg. Nantinya caleg perempuan ini akan bersaing dengan 202 caleg laki-laki untuk memenuhi kuota 45 kursi di parlemen Kota Probolinggo. (*)
Penulis : Rahmad Soleh
Editor : Efendi Muhammad












