Lumajang,- Antrean kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Selasa (8/9/26) pagi.
Warga harus menunggu hingga puluhan menit untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi, terutama jenis Pertalite.
Antrean terlihat di SPBU yang masih menyediakan Pertalite dan Biosolar. Di sejumlah lokasi, antrean kendaraan bahkan mengular hingga ke jalan raya.
Di sisi lain, beberapa SPBU tampak kehabisan stok BBM dan memasang papan pemberitahuan di depan pintu masuk.
Kondisi itu membuat warga harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk mendapatkan Pertalite.
Warga Kecamatan Gucialit Lumajang, Randam, mengaku bahwa kesulitan mendapatkan Pertalite sudah dirasakannya sejak sekitar sepekan terakhir.
Ia menyebut, beberapa kali harus berpindah SPBU setelah tempat yang didatanginya kehabisan stok. Bahkan, antrean panjang yang sudah dilaluinya tidak selalu berujung mendapatkan BBM.
“Kadang sudah antre lama malah kehabisan akhirnya harus pindah pom (SPBU) lagi,” katanya.
Kesulitan mendapatkan Pertalite juga dialami Widi, warga Kecamatan Yosowilangun. Ia bahkan harus menempuh jarak sekitar 17 kilometer untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut.
Widi mengatakan, beberapa SPBU di sekitar Yosowilangun sudah didatanginya. Namun, stok Pertalite di SPBU tersebut telah habis.
Setelah menemukan SPBU yang masih menyediakan Pertalite, ia harus kembali mengantre sekitar 30 menit.
“Tadi sudah tiga pom (SPBU, red) kosong semua, baru dapat di sini (Kecamatan Lumajang), itu pun antreannya panjang,” curhat Widi.
Menurut Widi, kesulitan mendapatkan Pertalite mulai dirasakan sejak 1 September 2026. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang mengandalkan Pertalite untuk mobilitas sehari-hari harus mencari SPBU lain ketika stok habis.
Ia berharap kondisi pasokan BBM segera kembali normal sehingga warga tidak perlu berpindah-pindah SPBU atau menempuh jarak lebih jauh hanya untuk mendapatkan Pertalite.
“Harapannya segera normal lagi, ini sudah satu minggu seperti ini, orang Lumajang kan hampir semua pakai Pertalite, kasihan kalau sudah antre tidak dapat,” jelasnya. (*)












