Probolinggo,- DPRD Kabupaten Probolinggo melalui Komisi II, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang tembakau, Selasa (1/9/26). Sidak dilakukan lantaran harga tembakau dan serapaannya dinilai masih rendah.

Sidak menyasar tiga gudang tembakau di wilayah Kecamatan Kraksaan dan empat gudang yang berlokasi di wilayah Kecamatan Paiton.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Reno Handoyo, mengatakan hasil sidak menunjukkan harga pembelian tembakau di tingkat gudang berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram (kg).

Untuk tembakau dengan kualitas tertentu, harga pembelian dari gudang kepada petani, dapat mencapai Rp74.000 per kilogram.

“Nah yang diutamakan kita harga dan penyerapan. Harga bawah itu rata-rata kisaran Rp50 sampai Rp63 ribu,” kata Reno di lokasi sidak.

Namun, pihaknya, sambung Reno, juga mendapat informasi adanya tembakau yang dibeli dari petani dengan harga sekitar hanya Rp30.000 hingga Rp38.000 per kilogram.

Reno mengatakan, ia belum mengetahui pihak pembeli yang melakukan pembelian dengan harga rendah tersebut.

“Kita belum tahu, pengambilan Rp30.000 per kilogram itu dari petani siapa yang mengambil,” ujar politisi Partai Gerindra itu.

Menurut Reno, sidak dilakukan untuk memperoleh informasi langsung dari gudang mengenai harga pembelian sekaligus kemampuan penyerapan tembakau.

Reno mengatakan harga Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram yang disampaikan pihak gudang merupakan kisaran harga bawah. Harga tersebut masih dapat berubah berdasarkan kualitas dan kondisi pasar.

Ia juga meminta pengepul atau tengkulak tidak menekan harga pembelian di tingkat petani. “Paling tidak para tengkulak ini juga kasihan masyarakat petani tembakau pada khususnya,” ujarnya.

Serapan Baru Capai 8.000 Ton

Dari tujuh gudang yang telah didatangi, serapan tembakau hanya sanggup sekitar 7.000 hingga 8.000 ton. Sementara kebutuhan atau target penyerapan tahun ini sekitar 18.000 ton.

Namun angka tersebut belum mencakup seluruh gudang karena sejumlah gudang kecil belum didatangi. “Ini masih belum semua kita datangi. Gudang-gudang kecil juga belum kita datangi,” ucap Reno.

Menurut dia, hasil rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya menunjukkan kapasitas penyerapan dapat ditingkatkan apabila seluruh gudang beroperasi secara maksimal.

APTI Dukung Penuh

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo yang ikut dalam rombongan sidak, Pradipta Atmasunu, mendukung penuh sidak yang dilakukan dewan.

Ia berharap, pasca sidak harga tembakau bisa meningkat dan daya beli gudang juga lebih besar agar petani tembakau di Kabupaten Probolinggo tidak rugi.

“Semoga dengan sidak ini harga tembakau bisa sampai Rp70 ribu per kilogram, bahkan lebih. Daya serap gudah juga maksimal,” tuturnya.

Selama sidak, ia juga mendorong agar pemilik gudang atau pelaku usaha tembakau menyampaikan keluh kesah ataupun kendala yang dihadapi kepada DPRD Kabupaten Probolinggo dan dinas terkait.

“Agar juga diketahui bersama kenapa harga tembakau ini murah dan daya serapnya juga rendah, sehingga nanti ada win-win solution,” ucap Diki, sapaannya. (*)


 

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.