Pasuruan,- Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berdampak terhadap aktivitas ekonomi pekerja wisata.
Penutupan kawasan membuat tour guide hingga ojek wisata kehilangan sumber pendapatan.
Hal itu disampaikan Fiki Herlambang, tour guide Bromo, saat ditemui di kawasan Dingklik, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa (11/8/2026).
“Pemasukan enggak ada. Sejak tanggal 3 sampai sekarang,” kata Fiki Herlambang.
Menurut Fiki, saat aktivitas wisata normal, dirinya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp300 ribu dalam sehari dari menjadi tour guide. Namun, sejak kawasan ditutup, penghasilan tersebut terhenti sepenuhnya.
“Sehari Rp300 ribu. Tapi sejak mulai itu belum ada dapat sama sekali,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Fiki mengatakan terpaksa mengandalkan pekerjaan lain, salah satunya bertani. Namun, pekerjaan tersebut membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan pendapatan.
“Ya, mungkin bertani. Tapi bertani harus nunggu lama, Pak,” katanya.
Ia berharap kebakaran segera dapat dipadamkan sehingga kawasan wisata Bromo kembali dibuka dan aktivitas ekonomi para pekerja wisata kembali berjalan.
“Semoga cepat padam apinya, biar kita dapat pemasukan lagi,” harap Fiki.
Hal serupa dirasakan Mawan, pekerja ojek wisata di kawasan Bromo. Penutupan kawasan membuat dirinya tidak lagi mendapatkan penumpang wisatawan.
Mawan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia kini hanya mengandalkan pekerjaan serabutan sembari menunggu adanya pekerjaan dari orang lain.
“Untuk aktivitas sekarang kayak repot, soalnya menunggu tamu, kan tutup untuk di wilayah Bromo. Jadi untuk kesehari-harian masih nunggu yang disuruh orang,” kata Mawan.
Dalam kondisi normal, penghasilan Mawan sebagai ojek wisata bergantung pada jumlah wisatawan. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan sekitar Rp200 ribu ketika kondisi wisata ramai.
“Kalau serame tergantung tamunya. Maksudnya kalau rame ya Rp200 ribu lah,” ujarnya.
Namun, sejak kawasan wisata ditutup, Mawan mengaku tidak lagi mendapatkan pemasukan dari mengantar wisatawan.
“Tapi sekarang masih belum ada untuk pemasukan ke tamu,” katanya.
Ia berharap kebakaran di kawasan Bromo segera berakhir sehingga kawasan wisata dapat kembali dibuka dan pekerja wisata bisa kembali memperoleh penghasilan.
“Harapannya ke depannya mudah-mudahan kebakaran selesai, terus dibuka kembali,” pungkas Mawan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan BPBD Kabupaten Pasuruan masih terus berjibaku memadamkan sisa-sisa titik api di kawasan lereng Tosari. (*)












