Pasuruan,- Warga Dusun Getah Kidul, Desa Minggir, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, digemparkan dengan penemuan jasad seorang wanita lanjut usia di area kebunan jeruk, Rabu (5/8/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rahma (71) warga setempat. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi menemukan adanya luka pada tubuh korban yang diduga akibat benda tajam.

Temuan tersebut membuat polisi mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Minggir sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah menerima informasi itu, anggota Polsek Winongan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tadi saya dapat informasi dari warga masyarakat, dalam hal ini Pak Kades Minggir telepon ke saya sekitar jam 21.00 WIB bahwa ada sosok wanita yang tergeletak di kebun jeruk. Langsung saya kumpulkan anggota untuk menuju dan olah TKP,” ujar Nanang.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan luka di bagian belakang telinga sebelah kiri korban.

Luka tersebut diduga akibat sabetan benda tajam dan kini menjadi salah satu petunjuk yang sedang didalami penyidik.

“Setelah kami cek ke TKP, ternyata ada luka di sebelah kiri di belakang telinga. Kayaknya diduga kena sabetan,” terangnya.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban. Hingga saat ini pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga belum dilakukan karena proses evakuasi terkendala lokasi kejadian yang berada cukup jauh dari permukiman warga.

“Sementara belum dilakukan pemeriksaan saksi, karena lokasinya jauh dari pemukiman, jadi untuk evakuasi juga memerlukan waktu,” jelasnya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Sejumlah saksi akan dipanggil guna dimintai keterangan serta melengkapi alat bukti untuk menyusun kronologi peristiwa.

“Nanti kita tindak lanjuti untuk pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi. Minta doanya, kalau memang itu kejadian tindak pidana pembunuhan, semoga cepat terungkap,” pungkas Nanang.

Usai proses identifikasi dan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Keluarga diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Kendati demikian, penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab kematian korban serta mengungkap fakta-fakta yang terjadi di lokasi kejadian. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.