Probolinggo,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bromo sudah berlangsung sejak 4 hari terakhir. Hingga Kamis (6/8/26), kebakaran belum sepenuhnya tertangani.
Kebakaran area konservasi ini tidak hanya menyebabkan puluhan hektare lahan terbakar, tetapi juga mengancam habitat berbagai satwa endemik Bromo.
Data sementara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), total luas area yang terbakar mencapai 51 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Lumajang.
Tidak hanya ilalang dan rumput kering yang hangus, sejumlah pepohonan khas Bromo seperti Cemara Gunung, Mentigi Gunung hingga Edelweis, ikut terbakar.
Relawan Karhutla Bromo, Subur, yang turut terlibat dalam upaya pemadaman menyebut, api awalnya muncul di atas bukit yang sulit dijangkau m kemudian merambat hingga ke area bawah.
“Penyebab kebakaran ini kurang tahu. Namun dugaan sementara karena saat ini musim kemarau, terjadi gesekan yang kemudian memunculkan api,” katanya.
Subur menjelaskan, kebakaran tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup berbagai jenis burung yang hidup di kawasan tersebut.
Menurutnya, padang savana dan pepohonan yang terbakar merupakan habitat sejumlah spesies burung, seperti burung branjangan, burung jidengan, serta beberapa jenis burung khas Bromo.
“Kalau burung dewasa saat ada api masih bisa langsung terbang menghindar. Sedangkan burung yang masih kecil atau masih berupa telur kemungkinan tidak bisa selamat, kasihan yang kecil-kecil,” imbuhnya.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, api yang sebelumnya membakar kawasan Blok Bantengan hingga Pusung Jatung di wilayah Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (5/8/26) sekitar pukul 15.00 WIB telah berhasil dipadamkan.
Meski demikian, masih terdapat satu titik api di wilayah Desa Sariwani, yang masih berkobar dan belum bisa dijangkau tim gabungan.
Medan yang ekstrem dan terjal, membuat petugas gabungan untuk sementara waktu hanya melakukan pemantauan dan menyiapkan mengantisipasi agar api tidak meluas.
Sebagai informasi, kebakaran di area TNBTS wisata Bromo terjadi sejak Senin (3/8/26) petang lalu. Musibah ini membuat akses masuk wisata via Kabupaten Malang dan Lumajang ditutup.
Wisatawan yang hendak menikmati eksotika Bromo, tetap bisa berkunjung melalui pintu masuk Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, dan jalur Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. (*)












