Probolinggo,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.

Hal ini dibuktikan melalui kunjungan kerja langsung oleh Bupati Probolinggo, Mohammad Haris atau Gus Haris ke SD Negeri Betek Taman III yang terletak di Dusun Tomangan, Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Senin (29/6/26).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di daerah pelosok, sekaligus menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dari masyarakat serta para tenaga pendidik setempat.

Dalam dialog bersama warga dan guru, Gus Haris menyoroti beratnya medan menuju sekolah yang harus membelah kawasan perbukitan dan hutan.

Ia mengakui bahwa kondisi geografis ini menjadi potret nyata tantangan pendidikan di wilayah pelosok Kabupaten Probolinggo yang memerlukan perhatian kolektif.

Bupati menegaskan bahwa esensi pembangunan pendidikan tidak boleh hanya terpaku pada aspek fisik semata, melainkan harus menyentuh akar pemecahan masalah di lapangan.

“Persoalan pendidikan bukan hanya tentang bangunan fisik. Bagaimana memastikan anak-anak tetap bersekolah dan para guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik juga menjadi perhatian utama pemerintah,” ujar Gus Haris.

Menurutnya, penguatan akses, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya edukasi, serta dukungan moril bagi para guru yang berjuang memotivasi orang tua siswa merupakan pilar yang tidak kalah penting.

Fokus Pembangunan 2026: Revitalisasi Total dan Mitigasi Bencana

Sebagai langkah konkret dari kunjungan tersebut, Bupati Probolinggo membawa kabar baik terkait peningkatan fasilitas sekolah yang akan dieksekusi pada tahun ini.

Terdapat dua prioritas utama yang akan digarap oleh pemerintah daerah, yakni revitalisasi 6 ruang kelas dan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di sisi kanan bangunan sekolah.

Menurut Gus Haris, seluruh ruang kelas di SDN Betek Taman III akan diperbaiki secara menyeluruh demi menciptakan proses belajar mengajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif.

“Nah TPT perlu diperkuat mengingat kontur sekolah berada di perbukitan rawan longsor, bahkan sempat longsor sebelumnya. Pembangunan TPT menjadi prioritas utama sebagai langkah mitigasi bencana,” tuturnya.

 

“Kami ingin memastikan sekolah ini tidak hanya memiliki bangunan yang baik, tetapi juga aman dari ancaman longsor. Karena itu pembangunan TPT menjadi prioritas,” Gus Haris menegaskan.

Kebahagiaan Sekolah 

Kepala SD Negeri Betek Taman III, Moh. Roqib menyebut, TPT sekolah memang sempat ambrol, akhir Mei lalu. Kejadian yang berlangsung malam hari itu tidak sampai memakan korban jiwa.

Ia juga menyambut baik rencana bupati yang akan merevitalisasi total ruang kelas di sekolahnya. Roqib tak menampik jika sekolahnya sudah kurang nyaman ditempati.

“Banyak plafon yang sudah jebol, ada juga tembok dan lantai yang sudah retak. Alhamdulillah berkat kunjungan bupati, sekolah kami akan segera direhab,” tutur Roqib. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.