Probolinggo,– Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Pasar Gotong Royong di Kota Probolinggo, menjadi salah satu pusat perbelanjaan favorit masyarakat untuk membeli seragam sekolah menjelang tahun ajaran baru.
Meski kini mulai tergerus oleh maraknya toko online, pasar tradisional ini masih menjadi tujuan sebagian warga untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah.
Di Pasar Gotong Royong terdapat banyak pedagang yang menjual seragam sekolah dan berbagai perlengkapannya. Namun, meningkatnya persaingan dengan penjualan secara online membuat sebagian besar pedagang alami penurunan omset.
Meski begitu, sejumlah toko di dalam Pasar Gotong Royong masih ramai dikunjungi masyarakat, terutama menjelang mulainya tahun ajaran baru. Salah satunya adalah toko perlengkapan sekolah milik Silvia Ayu.
Sejak memasuki masa libur sekolah, tokonya mulai dipadati pembeli yang datang untuk membeli seragam dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak.
“Alhamdulillah, menjelang tahun ajaran baru toko saya mulai diserbu pembeli. Kalau tidak ada momen seperti ini, baik toko saya maupun toko-toko lain di Pasar Gotong Royong biasanya sepi pembeli,” ujar Silvia, Selasa (30/6/26).
Silvia menuturkan, usaha turun-temurun milik keluarganya pernah mengalami masa kejayaan pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
“Saat itu, pembeli tidak hanya berasal dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.
Namun, seiring perkembangan zaman dan berubahnya pola belanja masyarakat ke platform digital, aktivitas perdagangan di Pasar Gotong Royong perlahan mengalami penurunan.
Meski demikian, Silvia berupaya mengikuti perkembangan dengan mempromosikan dagangannya melalui media sosial (medsos) agar tokonya tetap dikenal masyarakat.
“Kalau menjelang tahun ajaran baru, yang paling banyak dicari tentu seragam sekolah karena menjadi kebutuhan utama. Selain itu, pembeli juga mencari perlengkapan lain seperti sepatu dan tas,” imbuhnya.
Pembeli seragam, Buani, mengaku sudah menjadi pelanggan Pasar Gotong Royong sejak anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini memasuki jenjang sekolah menengah atas.
Selain harganya murah, imbuh perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan ini, seragam yang dijual cukup berkualitas dengan harga yang bisa ditawar
“Kebetulan saya membeli seragam sekolah anak beserta perlengkapannya disini. Selain harganya murah, pilihan tokonya juga lengkap dan tidak kalah dengan toko-toko di tempat lain,” tutur Buani. (*)












