Pasuruan,- Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, kini memasuki tahap akhir. Hingga akhir Juni 2026, progres pembangunan sekolah berkonsep asrama tersebut telah mencapai sekitar 85 persen.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan, Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026-2027. Sebanyak 210 siswa baru akan diterima untuk jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas.
Menurutnya, calon peserta didik telah dipetakan berdasarkan data yang dimiliki Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Tercatat ada 691 anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2.
“Sedangkan porsi dari desil yakni desil 1 sebanyak 85,42 persen atau 178 siswa dan desil 2 sebanyak 14,48 persen atau 32 siswa,” kata Rusdi, Senin (29/6/26) siang.
Ia menjelaskan, kuota penerimaan siswa baru terbagi menjadi 60 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar, 90 siswa untuk Sekolah Menengah Pertama, dan 60 siswa untuk Sekolah Menengah Atas.
Sekolah Rakyat yang dibangun di Desa Lajuk itu dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang sesuai standar Kementerian Sosial, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga lapangan olahraga.
Selain menerima siswa baru, sekolah tersebut juga akan menampung peserta didik dari dua Sekolah Rakyat Rintisan yang selama ini beroperasi di lokasi berbeda.
Sekolah Rakyat Rintisan 48 Rejoso yang memiliki 90 siswa dan Sekolah Rakyat Rintisan 3 Pasuruan dengan 148 siswa akan dipindahkan ke kompleks Sekolah Rakyat di Gondangwetan saat tahun ajaran baru dimulai.
“Jadi sekolah rakyat yang rintisan yang berlokasi di Rejoso dan di Jalan Hayam Wuruk, semua siswanya akan dipindah di Sekolah Rakyat Pasuruan di Gondangwetan itu bersamaan dengan siswa baru,” ujarnya.
Rusdi menambahkan, pada tahun pertama operasionalnya, Sekolah Rakyat Kabupaten Pasuruan juga akan menerima 30 siswa jenjang Sekolah Menengah Atas dari Kota Probolinggo.
“Dan tahun ini juga ada titipan dari Kota Probolinggo sebanyak 30 siswa SMA,” pungkasnya. (*)











