Probolinggo,– Warga Kabupaten Probolinggo dibuat geger oleh video viral yang menampilkan sejumlah waria berjoget erotis di halaman SDN Pakuniran 1, Kecamatan Pakuniran, bahkan seorang balita tampak ikut dalam kerumunan.

Kepala SDN Pakuniran 1 telah dipanggil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), untuk dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan fasilitas sekolah dalam kegiatan tersebut.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, memberikan penjelasan resmi melalui layanan pengaduan WhatsApp (WA) Hotline Halo Sae Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Rabu (24/6/26).

Kepala Sekolah Dipanggil

Menurut Hary, hasil klarifikasi awal menunjukkan kegiatan tersebut bukan agenda resmi sekolah maupun kegiatan yang memperoleh persetujuan dari Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

“Terkait kegiatan di SDN Pakuniran 1, berikut mekanisme dan langkah tindak lanjut yang sedang dilakukan. Pertama, Dinas Dikdaya tidak memberikan izin pelaksanaan kegiatan tersebut, baik secara lisan maupun tertulis,” ujar Hary.

Ia menjelaskan, saat ini Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikdaya Kabupaten Probolinggo masih melakukan proses klarifikasi dengan mengumpulkan dokumen administrasi.

Selain itu, pihaknya menunggu laporan pertanggungjawaban dana hasil iuran dari pihak sekolah dan paguyuban yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kepala sekolah juga telah dimintai pertanggungjawaban terkait penggunaan fasilitas sekolah dan dipanggil untuk mendapatkan pembinaan serta evaluasi mengenai pengawasan kegiatan yang berlangsung di lingkungan satuan pendidikan.

“Ketiga, kepala sekolah telah dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan fasilitas sekolah dan dipanggil untuk diberikan pembinaan serta evaluasi terkait pengawasan kegiatan siswa,” beber Hary.

Siapkan Sanksi

Hary memastikan, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo akan mengambil langkah lanjutan sesuai hasil klarifikasi yang sedang berlangsung.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan yang menggunakan fasilitas sekolah tetap sejalan dengan fungsi pendidikan, pembentukan karakter peserta didik, serta ketentuan yang berlaku.

“Keempat, Dinas Dikdaya memastikan akan mengambil langkah tegas agar kegiatan di lingkungan sekolah senantiasa mendukung pembentukan karakter siswa dan tidak terulang di masa mendatang,” tandas Hary.

Seperti diketahui, video yang memperlihatkan konser musik di area SDN Pakuniran 1, viral di media sosial. Mirisnya, sejumlah waria tampil berjoget dengan pakaian minim, diiringi sorak-sorai penonton dan saweran uang.

Video tersebut kini telah dihapus dari platform TikTok. Namun tangkapan layar dan rekaman ulangnya sudah terlanjur menyebar luas di berbagai grup WA dan platform media sosial lainnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.