Pasuruan, – Ancaman pemadaman listrik bergilir yang belakangan melanda wilayah Pasuruan membuat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus memutar otak.
Salah satunya dilakukan pengusaha konfeksi di Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang terpaksa menyiagakan generator set (genset) agar aktivitas produksi tetap berjalan.
Pantauan di salah satu rumah produksi konfeksi di Desa Gempol pada akhir pekan ini, suasana produksi tampak sibuk.
Di ruangan yang dipenuhi tumpukan kain dan gulungan benang, sebanyak 10 pekerja terlihat tekun mengoperasikan mesin jahit dan mesin obras untuk menyelesaikan pesanan pakaian jadi.
Tingginya permintaan membuat para pelaku usaha dituntut menjaga ritme produksi. Namun, aktivitas tersebut kerap dihantui pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pemilik usaha konfeksi, Marjiin, mengatakan keberadaan genset menjadi kebutuhan mendesak agar proses produksi tidak terhenti saat listrik padam.
“Kalau listrik PLN mendadak mati, otomatis semua mesin jahit berhenti total. Padahal pesanan sedang banyak dan harus selesai sesuai tenggat waktu dari pelanggan. Mau tidak mau ya harus sedia genset,” kata Marjiin, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, durasi pemadaman yang bisa mencapai sekitar tiga jam membuat penggunaan genset menjadi solusi darurat yang tidak bisa dihindari.
Meski demikian, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional usaha.
“Ya, hitung-hitungannya pasti ada pembengkakan biaya operasional untuk beli bensin genset. Keuntungannya jadi sedikit berkurang. Tapi itu jauh lebih baik daripada 10 karyawan menganggur berjam-jam dan kami kena komplain karena pengiriman barang molor,” ujarnya.
Marjiin mengaku para pelaku usaha kecil di sektor konfeksi hanya bisa beradaptasi dengan kondisi kelistrikan yang belum stabil.
Ia berharap persoalan pasokan listrik segera teratasi agar aktivitas produksi dan perekonomian pelaku UMKM tidak terus terbebani biaya tambahan.
“Kami berharap kondisi ini tidak berlangsung lama. Kalau listrik sudah kembali normal, kami bisa bekerja lebih tenang dan biaya produksi juga tidak bertambah,” pungkasnya.
Diketahui, PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini dipicu gangguan pada sejumlah unit pembangkit sehingga pasokan daya menurun.
Saat ini, PLN terus melakukan upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali normal. (*)












