Probolinggo,– Perayaan Hari Lanjut Usia (Lansia) yang diperingati tiap tanggal 29 Mei, tetap membawa kebahagiaan bagi belasan penghuni Panti Lansia Muhammadiyah Kota Probolinggo.

Meski hidup jauh dari keluarga, para lansia di panti ini terlihat ceria saat menerima kunjungan dari berbagai pihak. Mereka tampak berbincang santai, berbagi pengalaman, hingga bercanda bersama sesama penghuni maupun para tamu.

Di Panti Lansia Muhammadiyah Kota Probolinggo terdapat 15 penghuni lansia yang terdiri dari 12 perempuan dan 3 laki-laki. Mereka tinggal di panti dengan berbagai latar belakang, mulai dari yang terlantar, tidak memiliki keluarga, hingga keinginan pribadi untuk tinggal di panti.

Salah satu penghuni, Suwarti (78), mengaku telah tinggal di panti selama tiga tahun terakhir. Ia memilih menetap di panti karena dua dari tiga anaknya telah meninggal dunia, sementara anak keduanya bekerja pada perusahaan otomotif di Yogyakarta.

“Di sini saya senang, ada teman ngobrol dan ibadah bersama. Meski tidak kumpul, anak saya tetap komunikasi dan cucu saya sempat datang menjenguk bulan lalu,” ujar Suwarti.

Wanita asal Kelurahan Kademangan, Kota Probolinggo ini memilih tinggal di panti karena tidak ingin merepotkan anak keduanya. Meski kondisi kesehatannya tidak sebaik dulu, ia merasa nyaman karena memiliki banyak teman dan aktivitas di panti.

“Banyak aktivitas yang saya jalani, mulai salat berjamaah, mengikuti kegiatan rutin panti, hingga menghabiskan waktu berbincang dengan sesama lansia,” imbuhnya.

Ketua Panti Lansia Muhammadiyah Kota Probolinggo, Sri Ratnaningsih menjelaskan, para penghuni panti asuhannya memang berasal dari latar belakang yang beragam.

Ada lansia dengan kondisi ekonomi terbatas, tidak memiliki keluarga, hingga lansia yang dititipkan keluarganya meski secara finansial terbilang mampu.

“Sekitar 40 persen penghuni merupakan lansia berbayar, sedangkan sisanya adalah lansia titipan dari Dinas Sosial dan lansia yang memang tidak memiliki keluarga,” ujar Sri.

Sri menambahkan, meski tinggal berjauhan dari keluarga, para penghuni tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan selama di panti.

“Mereka juga terus mendoakan anak serta cucunya agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan,” pungkas dia. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.