PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Korban kecelakaan maut di jalur pantura Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (8/9) kemarin, mendapatkan santunan. Tali asih diberikan oleh Jasa Raharja Perwakilan Probolinggo.

Santunan diberikan kepada ahli waris tiga korban yang meninggal dunia di Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Tak hanya itu, korban luka juga mendapatkan santunan meski nominalnya tak sebesar yang diberikan kepada korban meninggal.

Kepala Jasa Raharja Perwakilan Probolinggo, Harry Prabowo mengatakan, santunan diberikan untuk meringankan derita keluarga korban. Ketiga korban tewas yang masih satu keluarga itu meliputi Syamsul Arifin (25), istrinya Nurul Istiqomah (26) dan anaknya Malika Bilqis (3).

“Santunan yang diberikan kepada ahli waris korban meninggal senilai Rp 50 juta. Untuk korban meninggal yang masih balita, santunan diberikan kepada nenek korban. Namun santunan itu hanya berupa biaya pemakaman senilai 4 juta,” ungkap Harry, Senin (9/9).

Sementara santunan untuk dua korban yang mengalami luka-luka, lanjut Harry, santuannya berupa biaya pengobatan senilai Rp. 20 juta yang disalurkan melalui pihak rumah sakit. Namun, jelasnya, santunan hanya berlaku untuk Yunifah Dian Anggraeni.

“Karena waktu saya kunjungi, korban masih dalam perawatan medis. Dedangkan kondisi suaminya (Maman, red) kondisinya sehat dan normal. Jadi, sesuai prosedur, yang bersangkutan tidak mendapat santunan,” terang dia.

Sekedar informasi, kecelakaan maut terjadi saat Toyota Agya yang disopiri Maman Afandi (21) menabrak Tronton bermuatan keramik yang sedang parkir di pinggir jalan raya Desa Karangpranti. Insiden ini mengakibatkan 3 korban tewas dan 2 orang luka-luka. (*)

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here