Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang melanjutkan program percepatan penanganan jalan rusak bertajuk Ngaspal Keliling (Ngapling) pada 2026.
Program ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama di kawasan pedesaan yang selama ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap laju ekonomi masyarakat. Ia menyebut jalan bukan hanya fasilitas fisik, melainkan bagian dari sistem pergerakan ekonomi daerah.
“Perbaikan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi tentang membuka akses dan mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya, Minggu (19/4/2026).
Menurut bupati, banyak ruas jalan di pedesaan yang mengalami kerusakan dan berdampak pada terhambatnya mobilitas warga, khususnya petani.
“Selama ini kita melihat sendiri bagaimana jalan yang rusak menjadi hambatan utama distribusi hasil pertanian. Dampaknya bukan hanya pada waktu, tapi juga biaya logistik yang semakin tinggi,” katanya.
Indah menambahkan, melalui Ngapling pemerintah daerah berupaya memastikan perbaikan jalan dilakukan secara terarah dengan menyasar ruas-ruas strategis yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar.
“Dengan demikian, perbaikan infrastruktur diharapkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa,” jelasnya. (*)












