Menu

Mode Gelap
Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare Tiga Truk Kayu Lolos dari Hutan, Ilegal Logging Diduga Sudah Berulang Kebakaran Landa Pasar Baru Pandaan, Puluhan Lapak Terbakar Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja? BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

Lingkungan · 2 Jan 2025 14:04 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter


					ERUPSI: Aktifitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kian intens. (foto: Asmadi). Perbesar

ERUPSI: Aktifitas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang kian intens. (foto: Asmadi).

Lumajang,- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang terus alami erupsi. Terbaru, Gunung Semeru erupsi pada Kamis (2/1/25) pukul 08.51 WIB, dengan lontaran kolom abu vulkanik setinggi 1.200 meter diatas puncak kawah.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.51 WIB dengan tinggi kolom abu 1.200 meter,” tulis petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, dalam keterangan tertulis.

Sebelum terjadi erupsi pada pukul 08.51 WIB, Gunung Semeru telah mengalami dua kali letusan yakni, pukul 05.05 dan 07.57 WIB, dengan kolom abu setinggi 500 meter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Yudhi Cahyono mengatakan, erupsi yang terjadi pada pagi hari ini masih terbilang normal.

“Karena status Gunung Semeru saat ini masih berada di level II atau waspada,” terang Yudhi.

Atas erupsi menerus itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun disektor Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak.

“Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar bisa mencapai 13 kilometer dari puncak,” jelasnya.

Tidak hanya itu, BPBD Lumajang juga meminta kepada masyarakat yang berada di jalur aliran lahar hujan Gunung Semeru untuk lebih waspada terhadap kemungkinan awan panas guguran, guguran lava, dan lahar.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar, terutama saat terjadi hujan lebat,” wanti dia. (*)

 


Editor: Mohammad S

Publisher: Keyra


Artikel ini telah dibaca 158 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Perkuat Jalur Gumitir, Pemasangan Beronjong di Tikungan Khokap Dikebut

27 Agustus 2025 - 03:35 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Ingatkan Hindari Kawasan Rawan Longsor dan Banjir

21 Agustus 2025 - 20:20 WIB

TRC dan Loader Dikerahkan, BPBD Lumajang Buka Akses Jalan Tertimbun Longsor

20 Agustus 2025 - 14:16 WIB

Jelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI, Warga Protes Kerusakan Hutan di Kawasan Proyek Tol Probowangi

16 Agustus 2025 - 19:55 WIB

Ingat! Mulai 10 Agustus 2025, Pasar Minggu Kota Probolinggo Pindah ke Jalan Suroyo

8 Agustus 2025 - 19:52 WIB

Portal Jalan Tambakrejo–Lumbang Ditata Ulang, Mobil Damkar Jadi Tolak Ukur

2 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Jalur Lumajang-Malang via Piket Nol Tertutup Longsor di Enam Titik

31 Juli 2025 - 19:36 WIB

Cuaca Ekstrem, BPBD Lumajang Imbau Penambang Waspada Banjir di Aliran Sungai Semeru

31 Juli 2025 - 16:05 WIB

Bakal Dipercantik, Alun-alun Kota Probolinggo Ditutup 5 Bulan

30 Juli 2025 - 16:31 WIB

Trending di Lingkungan