PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Lama dilanda kekeringan akibat musim kemarau, masyarakat di wilayah Kabupaten Probolinggo kini bisa bernafas lega. Pasalnya, sebagian wilayah di kawasan tersebut mulai diguyur hujan.

Meski demikian, selama masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, ada beberapa hal yang harus diantisipasi oleh masyarakat. Terutama kawasan yang selama ini dikenal daerah langganan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor hingga puting beliung.

Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Berkaca pada pengalaman sebelumnya, masa peralihan merupakan periode rawan bencana.

“Yang perlu diwaspadai antara lain adanya potensi hujan lebat, angin kencang ataupun puting beliung dalam waktu dekat ini,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, Jum’at (1/11).

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, jelas Anggit, intensitas hujan ringan, sedang hingga deras terpantau satelit cuaca Badan Metereologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG), terjadi di kawasan dataran tinggi Kabupaten Probolinggo.

Dikatakannya, masyarakat yang daerahnya sudah perdana turun hujan, agar menjauhi beberapa tempat yang rawan terjadi bencana. Seperti pepohonan yang mulai rapuh dan tanah yang mudah longsor.

“Karena hujan sudah turun, bahaya petir dan angin kencang harus diwaspadai. Pohon-pohon tinggi dan keropos segera ditebang dan jangan lupa untuk mengecek atap rumah karena berpotensi roboh,” tutur Anggit.

Menurut Anggit, sedikitnya ada 5 hal yang perlu ia sampiakan kepada masyarakat yang berada di daerah perdana turun hujan dan kawasan rawan bencana alam. Lima imbauan itu meliputi :

  1. Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.
  2. Memperkuat bagian atap rumah yang rapuh karena sangat mudah sekali terhempas oleh puting beliung, sedangkan atap rumah yang permanen, kemungkinannya kecil untuk terhempas.
  3. Apabila melihat awan yang tiba-tiba gelap, padahal sebelumnya cerah, sebaiknya untuk tidak mendekati daerah awan gelap tersebut.
  4. Cepat berlindung dalam ruangan yang kokoh, hindari berdiri di dekat pepohonan yang berpotensi roboh, atau menjauh dari lokasi kejadian karena fenomena tersebut sangat cepat terjadi.
  5. Untuk jangka panjang pohon dipinggir jalan diganti dengan pohon akar berjenis serabut seperti pohon asem, pohon beringin. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT