Menu

Mode Gelap
Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan Dulu Hanya Makan Sekali Sehari, Kini Siswa SD Ini Bisa Makan Dua Kali Berkat Program MBG

Sosial · 24 Mei 2022 13:56 WIB

Perajin Gerabah Alaskandang Melawan Perkembangan Zaman


					BERJEJER: Puluhan grabah jadi hasil tangan Wahidin (66), pengrajin asal Desa Alaskandang, Besuk, Probolinggo (Foto: Ainul Jannah). Perbesar

BERJEJER: Puluhan grabah jadi hasil tangan Wahidin (66), pengrajin asal Desa Alaskandang, Besuk, Probolinggo (Foto: Ainul Jannah).

Besuk,- Masyarakat Kabupaten Probolinggo memiliki beragam kekayaan budaya yang tetap lestari meski zaman mengalami modernisasi. Salah satunya adalah kerajinan gerabah.

Sentra pembuatan gerabah di Kabupaten Probolinggo terletak di Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Saking banyaknya warga yang bekerja sebagai perajin gerabah, desa ini bahkan dijuluki sebagai Kampung Gerabah.

Keterampilan pembuatan gerabah yang dimiliki warga Desa Alaskandang didapat secara turun-temurun. Seperti yang dilakukan Wahidin (66), perajin gerabah di Desa Alaskandang.

Wahidin menuturkan, ia belajar membuat gerabah saat masih berumur 11 tahun. Ia belajar langsung dari kedua orangtuanya, yang memang merupakan perajin gerabah.

“Ya dulu waktu mau remaja, saya memang sudah bantu orang tua buat gerabah ini, dari selesai sekolah sampai sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu, saya harus ngaji,” ujar pria lanjut usia (lansia) yang kerab disapa Hidin ini, Selasa (24/5/22).

Berbekal pengetahuan dari orang tua, ia lantas memproduksi gerabah sendiri sejak lulus dari bangku Sekolah Dasar (SD). Saat ini, Hidin sudah sangat mahir membuat gerabah

“Setelah lulus SD saya langsung disuruh orang tua untuk produksi gerabah sendiri menggunakan modal dari orang tua. Sejak itu saya membuat gerabah secara terpisah dengan orang tua,” ceritanya.

Dari penghasilan sebagai perajin gerabah, Hidin akhirnya bisa menikah dengan biaya sendiri. Tidak hanya itu, ia juga mampu menopang ekonomi keluarga, termasuk menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.

“Alhamdulillah saya mampu membiayai anak saya kuliah (dari hasil penjualan gerabah,” ujar Hidin bangga.

Ditengah gempuran produk rumah tangga modern, nyatanya gerabah buatan Hidin masih bisa bersaing. Terbukti, gerabah Hidin dan juga warga Desa Alaskandang lainnya, mampu menembus pasar luar daerah.

“Produksi gerabah milik saya ini juga dikirim hingga keluar daerah. Diantaranya ke Kabupaten Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Banyuangi,” ia menambahkan.

Menurut Hidin, harga gerabah berukuran kecil dibanderol Rp 2 ribu per biji dan Rp 3 ribu untuk ukuran sedang. Sementara, gerabah ukuran besar, dijual seharga Rp 5 ribu per biji. “Dalam sehari, saya bisa membuat 150 sampai 200 gerabah,” ujar dia.

Untuk membuat ragam gerabah seperti piring, kendi, tempayan hingga pot, Hidin dibantu oleh 4 orang karyawan dan anaknserta istrinya. Peran masing-masing orang pun berbeda, mulai pencetakan, pengeringan hingga pembakaran.

“Kalau cuaca cerah ya lancar, tetapi kalau cuaca mendung ya terpaksa kami harus berhenti cetak karena menunggu pengeringan selesai. Kalau dilanjut mencetak, khawatir nantinya rusak karena tidak ada terik matahari,” Hidin memungkasi.

Esitor : Efendi Muhammad
Publisher : Zainul Hasan R

Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib

30 Agustus 2025 - 08:34 WIB

Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

29 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Kisah Pilu Guru Honorer di Jember; Tempuh Jarak 13 KM, Wafat Usai Melahirkan

29 Agustus 2025 - 18:59 WIB

Perbaikan Tuntas, Jalur Krucil – Tambelang Probolinggo Kini Mulus

29 Agustus 2025 - 04:15 WIB

Stadion Bayuangga Bakal jadi Venue Hari Jadi Kota Probolinggo, Askot PSSI dan Suporter Persipro Meradang

28 Agustus 2025 - 17:24 WIB

PKK Kabupaten Pasuruan Ikut Andil dalam Pencegahan Narkoba Bersama BNN

26 Agustus 2025 - 17:31 WIB

Layang-layang Jadi Penyebab Utama Padamnya Listrik PLN di Lumajang

26 Agustus 2025 - 15:07 WIB

Bangunan Liar di Kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan Dibongkar Paksa

25 Agustus 2025 - 18:04 WIB

Stok Beras Medium di Jatim Mulai Langka, Begini Kondisinya di Probolinggo

25 Agustus 2025 - 16:01 WIB

Trending di Sosial