PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Bertahun-tahun melewati jalan terjal bebatuan, warga Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo akhirnya bisa bernafas lega. Sebabnya, jalan penghubung antar desa hampir separuhnya mulus, setelah diperbaiki oleh 150 anggota TNI dan warga setempat.
Dandim 0820 Probolinggo, Letkol Kavaleri Depri Rio Saransi mengatakan bahwa pembangunan jalan desa itu dilakukan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar sejak 10 Juli dan berakhir 8 Agustus 2018. Pembangunan jalan dilakukan selama 10 hari, dengan panjang 1.300 meter.
“Kegiatan yang kami lakukan selama TMMD meliputi rehab jalan desa sepanjang 1.300 meter dengan lebar 3 meter, renovasi tempat ibadah masjid dan musholla, renovasi 10 rumah huni sangat miskin ditambah kegiatan non-fisik,” kata Depri Rio, Rabu (8/8/2018).
Desa Wedusan dipilih sebagai lokasi TMMD, karena pemukiman di lereng Pegunungan Argopuro ini dinilai sangat membutuhkan renovasi infrastruktur. Selain itu, kawasan tersebut terpencil jauh dari pusat kota. Selama proses renonasi, jelas Depri, pihaknya mendapatkan animo tinggi dari masyarakat.
“Sesuai dengan skala prioritas dan standarisasi, maka kami pilih Desa Wedusan di Kecamatan Tiris sebagai objek sasaran. Awalnya opsi sasaran meliputi wilayah Maron, Krucil serta Tiris,” imbuh Dandim.
Kepala Desa Wedusan Kecamatan Tiris Busriyono mengakui bahwa pembangunan jalan akan sangat membantu aktifitas masyarakat desa setempat. Sebelumnya, kondisi jalan sangat tidak ideal sehinggga menghambat aktifitas warga, terlebih jika saat musim hujan tiba.
“Alhamdulillah, sekarang aktifitas warga bisa lebih teratur dan lebih mudah. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk pembangunan infrstruktur yang lain. Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI atas kinerjanya,” bangga Busriyono. (*)
Penulis : Mohamad Rochim
Editor : Efendi Muhammad












