Probolinggo,— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berupaya menjaga stabilitas energi rumah tangga bagi warga kurang mampu ditengah ketidakstabilan harga dan pasokan LPG 3 Kilogram (Kg).
Salah satu upayanya, yakni dengan menggelar operasi pasar LPG serentak di selama 3 hari berturut-turut, mulai tanggal 22 hingga 24 April 2026 di 8 kecamatan berbeda.
Di Kecamatan Paiton, sebanyak 300 tabung gas melon didistribusikan dalam operasi pasar, Rabu (22/4/2026). Skema penyaluran dilakukan secara terukur dan pengawasan langsung dari pemerintah kecamatan.
Distribusi yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Paiton itu berlangsung sejak pukul 09.10 hingga 11.30 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, ratusan warga tampak tertib mengantre.
Tiga agen resmi dilibatkan dalam kegiatan ini, yakni PT Putra Anugrah Mandiri, PT Cordenfi Tridaya Energi, dan PT Gasanjaya Agung Abadi.
Masing-masing menyuplai 100 tabung LPG subsidi, sebagai bentuk sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah dalam menjaga ketersediaan energi bersubsidi.
Camat Paiton, Abdul Bari, menegaskan bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam pelaksanaan operasi pasar tersebut.
Menurutnya, distribusi LPG subsidi kerap menjadi sorotan publik, sehingga pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah potensi penimbunan maupun penyimpangan di tingkat bawah.
“Alhamdulillah pelaksanaan operasi pasar murah berjalan lancar, tidak ada kendala. Seluruh tabung tersalurkan kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” ujar Bari.
Lebih lanjut, Abdul Bari menyebut bahwa operasi pasar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga energi.
Ia menilai kehadiran negara melalui intervensi langsung seperti ini sangat dibutuhkan, terutama saat terjadi kelangkaan LPG di pasaran.
Ia pun berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan, khususnya pada momentum rawan seperti menjelang hari besar atau saat distribusi mengalami hambatan.
“Dengan pola distribusi yang transparan dan terukur, kami optimistis kepercayaan publik terhadap penyaluran LPG subsidi dapat terus terjaga,” sampainya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk menggunakan LPG subsidi secara bijak. Abdul Bari menekankan bahwa LPG 3 kilogram diperuntukkan bagi warga kurang mampu, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Kami minta masyarakat membeli sesuai kebutuhan. Jangan sampai terjadi pembelian berlebihan yang justru merugikan warga lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya. (*)













