Probolinggo,– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin sore (8/6/26), meninjau pelaksanaan pasar murah yang digelar di Bundaran Gladak Serang, Kota Probolinggo.
Kedatangan Khofifah yang didampingi Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, disambut antusias ratusan warga yang memadati lokasi pasar murah.
Dalam pasar murah di jantung kota tersebut, sejumlah bahan kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Beberapa komoditas yang dijual antaranya beras SPHP seharga Rp11 ribu per kilogram, Minyakita Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp22 ribu per kilogram, serta daging ayam ras yang dijual Rp30 ribu per paket.
“Jadi, pasar murah ini merupakan gelaran yang ke-76. Pelaksanaannya dilakukan untuk memperluas jangkauan penjualan sembako kepada masyarakat,” kata Gubernur Khofifah.
Selain memantau jalannya pasar murah, Khofifah juga membagikan paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat yang hadir.
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jawa Timut itu turut memborong berbagai produk UMKM yang dijual di lokasi, mulai dari makanan hingga minuman.
Masyarakat yang datang pun langsung menyerbu sembako yang dijual di beberapa stan pasar murah, karena harganya dinilai cukup murah.
“Bersamaan dengan Pemerintah Kota Probolinggo yang beberapa waktu lalu mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri berkat upaya menekan inflasi melalui operasi pasar, pasar murah ini dapat terus menjadi upaya menstabilkan harga,” ujar Khofifah.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya pengendalian inflasi di daerah.
Ia menyebut keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo meraih penghargaan sebagai daerah dengan inflasi terendah tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Probolinggo berhasil memperoleh penghargaan inflasi terendah, itu berkat upaya semua pihak, salah satunya melalui operasi pasar yang sering dilakukan,” kata Aminuddin.
Pemkot Probolinggo, sambung Wali Kota, berkomitmen untuk terus menggelar operasi pasar dan pasar murah secara berkala. “Guna menjaga ketersediaan bahan pokok serta memastikan harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” sampainya. (*)












