PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Langkah berani Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Walikota Hadi Zainal Abidin menutup tempat hiburan malam diapresiasi berbagai pihak. Kebijakan itu dianggap tepat untuk menyetop kran kemaksiatan di Kota Probolinggo.

Bentuk dukungan terhadap kebijakan itu, salah satunya diberikan oleh 100 an Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo, yang datang menemui Walikota di rumah dinasnya, Minggu (7/7/2019).

“Beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2017 lalu PMII melakukan aksi mendukung penutupan tempat hiburan malam. Namun baru pada kepemimpinan Walikota kali ini terealisasi,” kata Ketua Umum PC PMII Probolinggo, Aulia Wahyu Alfiantama.

Selain mendukung kebijakan tersebut, PMII menurut Fian, juga akan menyerukan kepada para pemuda untuk bersama-sama mengawal kebijakan Walikota. Sebab jelas Fian, keberadaan tempat hiburan malam lebih banyak mendatangkan keburukan daripada manfaat.

“Bagi para pemuda, mari sama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa keberadaan tempat hiburan malam selama ini lebih banyak mendatangkan mudharat daripada manfaat,” Fian menjelaskan.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Probolinggo, Badrus Zaman. Menurutnya, gebrakan Walikota Hadi Zainal Abidin patut didukung, karena kebijakan tersebut amat positif untuk menjaha moral warga Kota Probolinggo.

“Semua langkah-langkah yang baik dari program pemerintah ya kita dukung. Jika ada yang kurang, yang kita lakukan adalah memberi masukan, baik konsep maupun hal teknis,” ujar Badrus.

Sebagaimana diketahui, hari ini Pemkot Probolinggo menutup 2 tempat hiburan malam yakni Rumah Karaoke Pop City di jalan Dr. Soetomo dan 88 di Jalan Suroyo. Penutupan dilakukan dengan tidak memperpanjang ijin operasional, yang kadaluwarsa per 6 Juli 2019. (*)

 

 

 

 

Penulis : Moh. Rochim

Editor : Efendi Muhammad

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *