Lumajang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana Gunung Semeru melalui keberadaan Pos BPBD Unit Oro-Oro Ombo dan Pos BPBD Unit Curah Kobokan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, kedua pos tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan aktivitas Gunung Semeru sekaligus memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Kedua pos tersebut merupakan unit BPBD yang berbasis masyarakat dan didukung potensi penanggulangan bencana untuk membantu pemantauan serta penyampaian informasi kepada masyarakat,” kata Isnugroho, Jumat (14/8/26).

Pemantauan aktivitas Semeru dilakukan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir. Salah satunya melalui kamera CCTV yang digunakan untuk melihat kondisi gunung secara visual.

“Kita juga mengembangkan sistem peringatan dini atau Early Warning System atau EWS yang bekerja secara otomatis dengan dukungan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI, red) berdasarkan data getaran Gunung Semeru,” jelasnya.

Sistem tersebut, kata dia, menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat deteksi dini di kawasan rawan bencana. Namun, BPBD tidak hanya mengandalkan teknologi dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Dalam bincang bersama tim Pos BPBD Unit Oro-Oro Ombo, pendekatan kearifan lokal juga disebut tetap menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat.

“Selain menggunakan pendekatan modern dan sistematis, karena kita berada di tanah Jawa, kita juga menggunakan pendekatan spiritual,” tutur Isnugroho.

Meski demikian, informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru tetap dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang kegunungapian.

“Pos Unit BPBD berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG, red), termasuk melalui Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur,” pungkasnya. (*)


Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.