Probolinggo – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Dalam kunjungannya, Pratikno meminta agar pemadaman dan pencegahan munculnya titik api baru menjadi prioritas utama dalam penanganan Karhutla Bromo.

Pratikno yang datang bersama Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, juga mendapat paparan dari Korem 083/Bhaladika Jaya terkait perkembangan penanganan Karhutla.

Saat ini, masih terdapat dua titik api yang menyala, masing-masing berada di wilayah P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan wilayah Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

“Jadi saat ini fokus kita adalah pemadaman di dua titik yang masih menyala dengan waktu secepat-cepatnya. Kemudian, dukungan pemerintah juga harus ada, di samping peran masyarakat yang juga penting,” kata Pratikno.

Menurut Pratikno, selain mempercepat pemadaman di dua titik api tersebut, langkah pencegahan juga harus dilakukan agar tidak muncul titik api baru.

Salah satunya, sebut Pratikno, melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan BNPB dengan berkoordinasi bersama BMKG.

Operasi tersebut diharapkan dapat membantu membasahi wilayah yang terbakar sehingga api lebih mudah dipadamkan dan mencegah kebakaran meluas.

“Upaya pemadaman dan pencegahan dengan cepat ini harus dilakukan, karena fokus pemadaman tidak hanya di Bromo, tetapi juga di wilayah lain di Indonesia,” imbuhnya.

Selain meninjau penanganan Karhutla, Pratikno juga menyerahkan bantuan berupa baju tahan api dan sepatu bot kepada Korem 083/Bhaladika Jaya dan BPBD Jawa Timur.

Bantuan tersebut nantinya akan digunakan petugas gabungan yang terlibat dalam upaya pemadaman Karhutla Bromo. (*)


 

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.