Jember,- Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 6,35 persen (year on year). Capaian itu melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang tercatat 5,96 persen maupun nasional sebesar 5,61 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut juga menjadi yang tertinggi di kawasan Sekar Kijang.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menjelaskan pertumbuhan ekonomi Jember ditopang sejumlah sektor unggulan, terutama pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.

“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi Jember dengan andil 1,51 persen, diikuti industri pengolahan 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, dan informasi serta komunikasi 0,72 persen,” ujar Peni, Kamis (11/6/26).

Menurut Peni, sektor pertanian menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah. Produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, mengalami peningkatan signifikan.

Produksi padi bahkan tumbuh sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didukung kondisi cuaca yang cukup baik.

Selain itu, sektor peternakan juga mengalami peningkatan produksi seiring tingginya permintaan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara hasil tangkapan ikan laut pada Triwulan I 2026 juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi di sektor pertanian dan industri pengolahan turut menggerakkan aktivitas perdagangan.

Volume komoditas yang diproduksi dan dipasarkan semakin besar sehingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Jember juga didorong penguatan sektor sekunder, terutama industri pengolahan dan konstruksi.

Industri pengolahan mencatat kenaikan produksi makanan dan minuman sekitar 7 persen serta pertumbuhan sejumlah subkategori industri lainnya sekitar 5 persen.

Sementara sektor konstruksi terdorong oleh pembangunan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

Jika pada Triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada kisaran satu digit, maka pada periode yang sama tahun ini jumlahnya telah mendekati 200 unit.

BPS juga mencatat lapangan usaha jasa perusahaan sebagai sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi.

Peningkatan aktivitas rekreasi masyarakat, perjalanan wisata keagamaan seperti umrah, serta bertambahnya kebutuhan penyediaan konsumsi untuk program MBG menjadi faktor pendorong utama.

Peni menegaskan, pertumbuhan ekonomi Jember yang mampu melampaui Jawa Timur dan nasional tidak lepas dari kuatnya kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan yang memiliki kontribusi dominan terhadap struktur ekonomi daerah.

Meski demikian, ia mengingatkan sektor pertanian memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca.

“Keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Jember perlu didukung penguatan sektor-sektor lainnya agar kinerja ekonomi daerah tetap terjaga sepanjang tahun 2026,” tutup Peni. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.