Menu

Mode Gelap
Partai Gerindra Tunjuk Rusdi Sutejo jadi Bacabup di Pilkada Pasuruan Korban Pembacokan di Tongas Bantah Goda Istri Pelaku SD Negeri di Lumajang Kekurangan Murid, Kok Bisa? KPU Gunakan PKPU 8 Tahun 2024 untuk Pilkada Kabupaten Probolinggo Stok Menipis, Harga Cabai Rawit di Kota Probolinggo Tembus Rp100 Ribu Kapok! Dua Spesialis Maling Pikap di Pasuruan Diringkus Polisi

Budaya · 6 Jun 2024 20:20 WIB

Yadnya Kasada Bakal Kembali Digelar, Sound System dan Motor Knalpot Brong Dilarang Masuk Kaldera


					RITUAL: Warga mengais sesajen yang dilarung ke kawah Gunung Bromo saat puncak perayaan Yadnya Kasada. (foto: Hafiz Rozani). Perbesar

RITUAL: Warga mengais sesajen yang dilarung ke kawah Gunung Bromo saat puncak perayaan Yadnya Kasada. (foto: Hafiz Rozani).

Probolinggo,- Umat Hindu Suku Tengger empat kabupaten, mulai Jumat (21/6/24) hingga Sabtu (22/6/24) akan melaksanakan ritual Yadnya Kasada.

Nantinya baik umat Hindu maupun warga umum yang datang ke ritual tahunan itu akan dilarang membawa sound system maupun motor berknalpot brong masuk ke kaldera lautan.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Nomor 405/Pemb/PHDI-KAB/VI/ 2024, menyebut, hasil Pesamuan Agung Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger, pada 16 Mei 2024, bersama PHDI serta kelembagaan Hindu lainnya menghasilkan beberapa keputusan.

Keputusan tersebut, ritual Yadnya Kasada pada tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat (21/6/24) dan Sabtu (22/6/24). Kemudian, ritual Yadya Kasada secara spiritual berlaku bagi siapa dan dari mana saja asalnya, (bagi yang berkepentingan).

“Jadi ritual Yadya Kasada ini akan dimulai pada Jumat malam dengan diawali ritual di Pura Luhur Poten. Barulah pada Sabtu dini hari hingga pagi dilaksanakan ritual Yadya Kasada,” ujar Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, Kamis (6/6/24).

Selain keputusan tersebut, ada ketentuan lain yakni, berpakaian adat, membawa peralatan upacara, membawa hasil bumi untuk dilabuh serta identitas lain yang mengategorikan atau menandakan akan berupacara.

Selain pelaksanaan dan ketentuan, hasil dari rapat tersebut juga menghasilkan larangan. Bagi masyarakat maupun umat Hindu yang datang ke acara Yadnya Kasada dilarang membawa sound system dan sejenisnya, karena akan membuat gaduh.

Kemudian, bagi yang membawa motor, tidak boleh menggunakan knalpot brong, karena juga akan mengganggu jalannya ritual, terakhir menjaga kebersihan Bromo.

“Untuk mengantisipasi warga dan umat Hindu yang membawa sound system dan knalpot brong, maka di tiga pintu masuk akan ada petugas yang akan merazia,” ungkap Bambang.

Kemudian, sebelum pelaksanaan ritual Yadnya Kasada akan ada rangkaian pelaksanaan. Diantaranya, Mendak Tirta atau pengambilan air suci hinga pembuatan ongkek atau sesaji yang nantinya dilabuh.

“Termasuk rangkain lain yang dilaksanakan Pemkab Probolinggo yakni, resepsi yang pada tahun ini akan dilaksanakan di daerah Seruni Point dan tidak dilaksanakan di Pendopo Agung,” Bambang memungkasi. (*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi
Publisher: Moch. Rochim

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Warga Kalibuntu Probolinggo Gelar Petik Laut, Larung Hasil Bumi ke Tengah Laut

22 Juli 2024 - 22:26 WIB

Piodalan di Lumajang, Warga Tawur Agung Panca Wali Krama di Pura Mandhara Giri Semeru

18 Juli 2024 - 19:23 WIB

Grebeg Suro Perayaan Tahun Baru Islam, Warga Kota Probolinggo Berebut Gunungan

14 Juli 2024 - 09:19 WIB

Keseruan Grebeg Suro di Lumajang, 22 Gunungan Diarak, Kepala Sapi Dipendam

7 Juli 2024 - 20:45 WIB

Semarak! Even Loemadjang Mbiyen Dibanjiri Ribuan Pengunjung

7 Juli 2024 - 16:56 WIB

Trending di Budaya