Gedung kesenian di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan.

Kembali Diundur, Pembangunan Gedung Kesenian Dilanjut Juli

Probolinggo – Pengerjaan gedung kesenian yang berada di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan hingga saat ini masih belum tuntas. Pembangunan gedung tersebut sudah dimulai sejak 2019 lalu.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo hingga saat ini masih terus mematangkan pelaksanaan rencana finishing gedung tersebut.

Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Disporapar setempat, Musa mengatakan, sebelumnya, kelanjutan pembangunan gedung tersebut diagendakan terlaksana pada Mei lalu. Namun, karena perencanaan belum matang, maka pelaksanaannya kembali ditunda pada Juli mendatang.

“Sebelumnya kami prediksikan bisa mulai Mei. Namun karena perencanaan belum selesai kami undur ke Juli. Yang jelas semester kedua harus terlaksana,” katanya, Jumat (2/6/2023).

Ia menjelaskan, progres pembangunan gedung tersebut hingga saat ini sudah mencapai 85 persen. Selanjutnya, untuk perampungan, perlu adanya pengerjaan interior dalam gedung, pengecatan bangunan, dan sarana-prasarana pendukung lainnya.

“Dengan keterbatasan anggaran, semoga bisa terselesaikan. Karena anggarannya terkena refocusing,” paparnya.

Ia melanjutkan, sebelumnya pihaknya menganggarkan Rp 800 juta. Namun ada refocusing anggaran sebesar Rp200 juta. Dengan hal tersebut, anggaranya yang tersisa adalah Rp600 juta.

Menurutnya, kondisi anggaran ini menjadi bahan pertimbangan. Sebab itu, proyek finishing yang akan dikerjakan harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada tanpa harus mengurangi kualitas bangunan yang sudah direncanakan.

Musa juga menyebut, gedung kesenian tersebut nantinya akan menjadi pusat kesenian dan ekonomi kreatif. Dengan adanya bangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan bidang kesenian masyarakat pada lintas usia, serta pusat kegiatan ekonomi kreatif masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

“Dengan perencanaan yang matang mudah-mudahan bisa terselesaikan. Sehingga bisa segera digunakan sesuai fungsinya,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada tahun pertama dibangun, pengerjaan konstruksi gedung kesenian tersebut sudah mencapai 50 persen. Namun pada tahun kedua atau pada 2020 lalu, pembangunan belum bisa dilanjutkan karena anggarannya direfocusing ke penanganan Covid-19.

Baca Juga  Bupati Pasuruan Ambruk Saat Hadiri Apel Tagana di Bromo

Begitupun pada 2021, pembangunannya belum dapat dilanjutkan lantaran pandemi Covid-19. Selanjutnya, pada tahun 2022 anggaran yang ada tidak terlalu besar, sehingga hanya cukup untuk melakukan pavingisasi.(*)

 

Editor: Ikhsan Mahmudi

Publisher: Zainul Hasan R.

Baca Juga

Pemkab Probolinggo Anggarkan Rp150 M untuk Perbaiki Jalan Rusak

Probolinggo – Untuk memperbaiki jalan rusak di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan anggaran Rp150 …