Lumajang,- Jalur alternatif Malang-Lumajang atau arah sebaliknya via Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengalami kemacetan panjang, Kamis (10/11/22) malam.

Jalur alternatif yang melintasi aliran lahar hujan Gunung Semeru itu tersendat karena menumpuknya warga yang hendak melintas. Apalagi beberapa jam sebelumnya, jalur ditutup lantaran debit sungai Curan Kobokan meluap.

“Untuk saat ini, jalur Curah Kobokan mengalami kemacetan, padat merayap,” kata Musleh, salah satu petugas keamanan di jalur Curah Kobakan.

Agar bisa melintas, masyarakat harus bergantian. Sebab kondisi jalan tidak begitu lebar dan hanya bisa dilalui dengan cara bergantian.

Apalagi, jalur tersebut menjadi satu-satunya akses jalan yang bisa dilintasi warga untuk menuju Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari.

“Hingga pukul 18.33 WIB,!kondisi jalan di Curah Kobokan masih dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat,” terangnya.

Musleh menjelaskan, kemacetan telah terjadi sejak siang atau sejak dibukannya jalur Curah Kobokan pasca tergenang luapan banjir aliran lahar Gunung Semeru.

Meski begitu, Musleh terus memberikan imbauan kepada setiap pengendara untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Mengingat, jalan berbahaya dan rawan diterjang banjir susulan.

“Meski diperbolehkan melewati jalur ini, namun masyarakat yang mau melintas tetap diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaannya,” ucap dia.

Sementara itu, Abdul Wafi salah seorang pengguna jalan di jalur Curah Kobokan mengaku, ia harus lama menunggu dibukanya jalur setelah diterjang banjir beberapa jam sebelumnya.

“Tadi saya menunggu kurang lebihnya satu jam. Meski bisa melewati, setiap ada yang melintas diminta untuk tetap waspada oleh petugas,” ungkapnya. (*)

 

Editor: Efendi Muhammad
Publisher: Zainul Hasan R

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.