TEGALSIWALAN-PANTURA7.com, Orkes dangdut hajatan pernikahan yang digelar warga Desa/Kecamatan Tegalsiwan, Kabupaten Probolinggo pada Kamis (13/8/2020) malam, memakan korban. Seorang pemuda tewas pasca menjadi korban pembacokan usai orkes digelar.

Informasi yang dihimpun, korban tewas bernama Fathur (20), warga Dusun Paoan, Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan. Korban mengalami luka bacok parah pada bagian leher dan bagian tubuh lain, sehingga nyawanya tak tertolong.

Jasad korban selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Keluarga korban yang tiba di kamar jenazah, shock mendapati pemuda yang mengenakan t-shirt coklat dan jeans itu sudah terbujur kaku.

KORBAN : Jasad Fathur (20) tergeletak bersimbah darah pasca dibacok sekelompok pemuda. (foto : Ist)

“Awal kejadiannya saya dan warga disini tidak tahu, tiba-tiba dia sudah tergeletak meninggal. Kejadian sangat cepat,” kata Urip, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurut Urip, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, warga tengah melihat orkes dangdut hajatan pernikahan di Dusun Sumber Kemuning, Desa Tegalsiwalan. Tidak diketahui awalnya, tiba-tiba dua kelompok massa terlibat bentrok.

“Ada dua kelompok atau geng lah istilahnya yang tawuran, sepertinya mereka tidak saling kenal. Setelah korban itu jatuh, semua pada kabur,” tutur Urip.

Petugas gabungan dari Polsek Tegalsiwalan dan Polres Probolinggo, Jum’at (14/8/2020) sekitar pukul 4.30 WIB, dikabarkan telah menangkap 5 orang pria asal Lumajang di tepi jalan Desa Wates Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan. Mereka disangkakan terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pengembangan penyelidikan dan belum memberikan penjelasan terkait motif kejadian. (*)


Editor : Efendi Muhammad

Publisher : Rizal Wahyudi

Baca Juga  Jalur Mudik via Tol Lengang, Polisi Tetap Lakukan Pengawasan