Menu

Mode Gelap
Begal Bersenjata Celurit Gasak Motor di Winongan Pasuruan Kabar Gembira! Probolinggo Segera Buka Rute Pelayaran Langsung ke Lombok Gerakan Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Penegakan Keadilan hingga Salat Ghaib Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan Jelang Konfercab NU Kraksaan, Nahdliyin Mulai Suarakan Uneg-unegnya Sesalkan Kerusuhan di Jakarta, Ojol Probolinggo Gelar Tabur Bunga untuk Affan Kurniawan

Kesehatan · 6 Apr 2020 11:22 WIB

ODP Corona di Besuk Meninggal Sepulangnya dari Bali


					ODP Corona di Besuk Meninggal Sepulangnya dari Bali Perbesar

BESUK-PANTURA7.com, Seorang warga Kabupaten Probolinggo yang bestatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 meninggal dunia sepulangnya dari Bali. Ia adalah FA (20) warga Dusun Kembangan, Desa Jambangan, Kecamatan Besuk.

Sebelum meninggal AF sempat menjalani perawatan medis di RS Graha Sehat Kraksaan, sejak Minggu (5/4/2020) pagi karena mengalami sesak nafas, mual dan pusing. Karena kondisinya memburuk, pada pukul 15.30 Wib, FA dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan ditempatkan di ruang isolasi.

Namun pada Senin (6/4/2020) sekitar pukul 5.30 Wib, nyawa remaja perempuan itu tak tertolong. Lantaran FA berstatus ODP, maka tim medis menerapkan standart infeksius yakni standart penanganan yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular terhadap jasad FA.

“Kami menggunakan standart infeksius, sejak penanganan, proses pemulangan jasad korban ke rumah duka hingga pemakaman,” kata Jubir Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Anang Budi Joelianto.

Status ODP disematkan kepada FA karena ia baru saja pulang dari kawasan episentrum penyebaran virus corona, yakni Denpasar Bali. Diketahui, FA bekerja sebagai Cleaning Service (CS) di Bandara Ngurah Rai Denpasar dan pulang ke kampung halamannya pada 21 Maret 2020 lalu.

“Karena berstatus ODP, maka kami tidak ingin kecolongan sehingga kami terapkan protokoler kesehatan sebagaimana biasanya. Petugas wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Korban ini bisa saja positif corona, bisa juga tidak,” jelas dr. Anang.

Selama proses pemakaman, pihak keluarga maupun tetangga sekitar hanya melihat dari kejauhan. Tim Medis dari Puskemas Besuk, kemudian melakukan penyempotan disinfektan di rumah duka begitu proses pemakaman selesai.

Untuk mengetahui FA terinfeksi virus corona atau tidak, Tim Satgas Pencegahan dan Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, masih akan menunggu hasil SWAB dari Laboratorium RS Universitas Airlangga Surabaya.

“Secara teori, pemeriksaan SWAB sehari sudah selesai. Namun dengan kondisi saat ini, hasil SWAB baru bisa diketahui satu minggu lagi, atau bahkan lebih,” kata dr Anang. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT


Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Pemkab Jember Perpanjang Bebas Denda Pajak hingga Akhir Tahun, Tarif Retribusi Pasar Juga Diturunkan

29 Agustus 2025 - 20:51 WIB

Kasus Campak Melonjak di Jember, Pencegahan Terhambat Imunisasi

29 Agustus 2025 - 14:18 WIB

Dongkrak Produksi Pangan, Pemkab Jember Siapkan Pembangunan Irigasi Seluas 78 Hektare

29 Agustus 2025 - 13:52 WIB

Tiga Nama Muncul sebagai Calon PJ Sekda Kota Probolinggo, Siapa Saja?

28 Agustus 2025 - 21:06 WIB

BP Haji Bertransformasi jadi Kementerian, Kemenag Jember Sebut Minim Informasi

28 Agustus 2025 - 20:40 WIB

Demi Jalan Tembus GOR A. Yani, Pemkot dan Pemkab Probolinggo Sepakat Pinjam Pakai Aset

27 Agustus 2025 - 18:48 WIB

Pemkot Probolinggo Usulkan 1.877 Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Tunggu Restu Kemenpan RB

27 Agustus 2025 - 14:34 WIB

Bunda Indah Ingatkan ASN Lumajang untuk Adaptif Hadapi Era Digital

26 Agustus 2025 - 16:51 WIB

Polemik Alihfungsi Gedung Kesenian, Wali Kota Probolinggo Terbuka Dialog dengan Pelaku Seni

26 Agustus 2025 - 07:44 WIB

Trending di Pemerintahan