KREJENGAN-PANTURA7.com, Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Cina, sudah dipulangkan oleh pemerintah. Meski demikian, hal itu tak sepenuhnya membuat keluarga, khususnya WNI yang berstatus mahasiswa, tenang.

Hal ini disampaikan oleh Hafidz (57) orang tua Rahmat Hidayatulla, salah satu mahasiswa yang baru pulang dari Cina. Menurut warga Desa Sumberkatimoho, Kecamatan Krejengan ini, ia amat senang anaknya kembali ke kampung halaman dengan keadaan sehat. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal dalam benaknya.

“Yang kami bingungkan adalah pendidikan anak saya untuk selanjutnya, apalagi anak saya sudah semester akhir dan sudah hampir wisuda. Sedangkan saat ini kondisi di Cina belum ada perubahan drastis,” kata Hafidz saat ditemui di rumahnya, Minggu (16/2/2020).

Dari kegelisahan ini, pria tiga anak ini mengharapkan, agar pemerintah juga ikut memikirkan kondisi tersebut. Apalagi, mahasiswa yang studi di negeri tirai bambu jumlahnya tidak sedikit.

“Saya tidak tahu, apakah akan dimasukkan di kampus Indonesia atau pihak menteri luar negeri menghubungi kampus di Cina terkait pendidikan mereka,” tuturnya.

Sementara untuk kondisi anaknya, Hafidz mengatakan, Rahmad Hidayatulla tetap stabil. Ia akan diperiksa ke rumah sakit terdekat apabila ada anjuran dari pemerintah.

“Nunggu imbauan dari pemerintah saja, kalau diminta untuk diperiksa ya kami periksa. Tapi sekarang kondisinya bagus dan sehat, mungkin juga berkat perlakuan selama menjalani observasi di Natuna,” ungkapnya.

Sekedar informasi, ada 5 orang mahasiswi dari Kabupaten Probolinggo yang pulang pasca menjalani Karantina di Kepulauan Natuna, Provinsi Riau. Dua orang dari Kecamatan Paiton, 1 orang dari Kecamatan Tiris, 1 orang dari Kecamatan Krejengan dan 1 dari Kecamatan Maron. (*)


Editor : Efendi Muhammad
Publisher : A. Zainullah FT

Baca Juga  Dua Hari, PMII Inzah Turun Jalan Untuk Korban Tsunami