PROBOLINGGO-PANTURA7.com, Rail Clinic (Kereta Kesehatan) dan Rail Library (Kereta Perpustakaan) PT. Kereta Api Indonesia (KAI) hadir melayani masyarakat di sekitar Stasiun Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/4/ 2019).

Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Luqman Arif mengatakan, kereta khusus ini hadir pertama kali di Kabupaten Probolinggo di tahun 2019. Kereta dilengkapi dilengkapi tenaga medis yang terdiri dari dokter, asisten dokter, petugas laboratorium, asisten apoteketer serta perawat.

“Ini merupakan bakti sosial dari kami untuk memberikan bantuan pengobatan kepada masyarakat. Karena baru hari ini dimulai, kami melibatkan 300 masyarakat sekitar stasiun dan 100 siswa SD sampai SMP,” kata Luqman.

Para perawat saat memberikan pelayanan di salah satu ruangan dalam kereta api. (Foto : Moh Ahsan Faradies)

Rail Clinic generasi ke 4 ini, lanjut Luqman, dilengkapi Rail Library yaitu kereta dengan fasilitas perpustakaan yang menyediakan berbagai buku bacaan. Selain itu, tambahnya, juga ada fasilitas kesehatan pada Rail clinic generasi ke 4 dan lebih lengkap dibanding sebelumnya.

“Kali ini ada ruang pemeriksaan gigi, ruang pemeriksaan mata, ruang ibu dan anak, fasilitas laboratotium berbasis komputer yang berfungsi untuk mengukur sample darah sehingga membantu mendiagnosis penyakit seperti kanker dan diabetes,” ujar Luqman.

Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, program yang rutin digelar tiap tahun ini, tutur Luqman, PT. KAI juga membagikan 50 kacamata gratis kepada siswa SD kurang mampu, penyuluhan kesehatan gigi dan juga penyuluhan keselamatan perjalanan kereta api kepada siswa dan masyarakat.

“Kami juga memberikan bantuan alat olahraga dan perlengkapan sekolah kepada masyarakat serta sekolah. Semoga masyarakat semakin peduli dengan keselamatan perjalanan kereta api dan saling menjaga aset PT KAI di wilayah Kecamatan Leces ini,” tutur dia.

Sementara Rina (14) salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Taruna dra. Zulaeha, layanan kereta ini amat bermanfaat. Selain lebih praktis, menurutnya, pemeriksaan medis itu membuat ia tak perlu mengeluarkan uang dari kantong.

“Baru kali ini pemeriksaan gratis di dalam kereta. Semoga hal seperto ini terus berlanjut agar nak-anak yang tidak punya biaya tetap bisa mendapat pengobatan,” ujar siswa kelas 2 dengan ekspresi girang.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdullah (60) warga setempat yang terkena penyakit diabetes. Ia senang dengan fasilitas kesehatan yang memadai serta pelayanan dari tim medis, yang sangat ramah terhadap pasien.

“Sangat ramah perawat disini, apalagi pengobatannya gratis. Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Semoga bisa terus bermanfaat bagi masyarakat,” tutur lansia yang biasa dipanggil Gendut ini. (*)

 

 

Penulis : Moh Ahsan Faradies

Editor : Efendi Muhammad

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here