Probolinggo,— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo secara resmi membuka pergelaran Seven Beaches Festival 2026 di The Bentar Beach, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Sabtu (7/11/26) sore.

Festival lintas sektor ini diselenggarakan di tujuh destinasi pantai yang tersebar di tujuh kecamatan hingga 15 November 2026, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan promosi potensi wisata daerah.

Seremoni pembukaan ditandai dengan tradisi penabuhan ronjengan (lesung penumbuk padi) yang dilanjutkan dengan sajian Seni Pertunjukan Sendratari Dewi Ratu Segara, peragaan wastra dan fashion show batik, serta tarian massal Kiprah Glipang yang melibatkan 1.000 penari.

Kemeriahan acara pembukaan turut dihadiri oleh aktor ternama Ozy Syahputra dan sejumlah tokoh nasional dan unsur forkopimda Kabupaten Probolinggo.

Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, menekankan bahwa festival ini lahir dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ini bukan hanya acaranya pemerintah daerah, tetapi banyak perusahaan dan pihak swasta yang turut memberikan dukungan melalui CSR. Kami berharap melalui kebersamaan ini, tujuh pantai yang menjadi lokasi festival bisa semakin dikenal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Haris, sapaannya.

Ia optimis pergelaran ini mampu menjadi katalisator bagi kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor perdagangan, bisnis kuliner, hingga jasa penyediaan rumah singgah (homestay).

“Besar harapan kami, seluruh kegiatan ini bermuara pada perputaran ekonomi masyarakat. UMKM bisa bergerak, semakin banyak orang datang, homestay bisa berjalan, dan masyarakat bisa menjual berbagai produk maupun jasa,” beber Gus Haris.

“Ketika banyak orang datang dan berbelanja, destinasi kita semakin dikenal dan ekonomi masyarakat ikut meningkat,” ia menambahkan.

Meski pelaksanaan festival ini tersebar di area geografis yang lebih luas dibanding Seven Lakes Festival sebelumnya, Pemkab Probolinggo memilih tidak menetapkan target angka khusus untuk kunjungan maupun transaksi.

“Dengan akses yang relatif mudah dan lokasi yang tersebar di tujuh kecamatan, seharusnya perputaran ekonomi dari Seven Beaches Festival ini bisa lebih besar dibandingkan Seven Lakes sebelumnya. Namun, karena ini baru pertama kali dilaksanakan, kami belum menetapkan target angka secara khusus,” ucap Bupati.

Selain aspek penguatan ekonomi, Seven Beaches Festival 2026 juga mengusung konsep halal tourism untuk meningkatkan daya tarik serta kenyamanan para pengunjung.

“Prinsipnya, kita ingin mengembangkan halal tourism, yaitu pariwisata yang memperhatikan kepantasan, kenyamanan, dan fasilitas yang dibutuhkan pengunjung, termasuk tempat beribadah,” cetus Gus Haris.

“Selama ini sebagian besar pantai tersebut belum banyak tersentuh. Dengan adanya festival, masyarakat dan wisatawan bisa mengenal potensi yang ada sekaligus membuka peluang bagi warga untuk berjualan,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkab Probolinggo merencanakan pola penyelenggaraan festival secara bergilir dengan menyoroti berbagai kekayaan alam daerah yang berbeda tiap tahunnya.

“Harapan kami, festival ini bisa terus berlanjut dengan konsep bergilir. Tahun ini kita mengangkat potensi pantai, tahun berikutnya mungkin air terjun, kemudian kembali ke danau. Begitu seterusnya. Yang terpenting, masyarakat semakin mengenal potensi alam, budaya, dan destinasi wisata di wilayahnya masing-masing,” harap Gus Haris.

Dukungan penuh atas inisiatif ini turut disampaikan oleh Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Pengatur BUMN (BP-BUMN), Edy Eko Cahyono, yang mengapresiasi kolaborasi antar-lembaga dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo atas kolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk BUMN. Kami bangga bisa bersinergi lintas sektor menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, terutama masyarakat pesisir,” ungkap Edy.

Edy menegaskan komitmen BUMN untuk hadir secara profesional selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pembangunan sarana dan penguatan UMKM di daerah.

“BUMN siap menjalankan peran dalam mendukung pembangunan, peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, termasuk penguatan UMKM. Kami berharap kehadiran BUMN ini benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam penutupannya, Edy berpesan agar program pendampingan bagi masyarakat sekitar kawasan wisata terus berjalan beriringan dengan upaya kelestarian lingkungan.

“Kami berharap masyarakat sebagai pelaku utama pertumbuhan ekonomi benar-benar merasa didampingi. Pengembangan kawasan pesisir harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari,” tuturnya.

“Mari kita jadikan kawasan ini sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, ruang pemberdayaan masyarakat, sekaligus warisan lingkungan yang lestari untuk kita teruskan kepada anak cucu kita,” Edy memungkasi. (*)


Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.