Probolinggo,- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan kerja ke Probolinggo, Selasa (3/11/26).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menghadiri sejumlah agenda, mulai dari program ketahanan pangan di sekolah hingga Festival Mangrove Jawa Timur. Salah satu kegiatannya adalah penanaman mangrove untuk memperluas kawasan hutan pesisir.
Penanaman mangrove tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Mangrove Jawa Timur Tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jawa Timur, Forkopimda Kota dan Kabupaten Probolinggo, jajaran terkait, serta vokalis grup band Slank, Kaka.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan bahwa Jawa Timur memiliki kawasan tutupan mangrove yang cukup luas.
Bahkan, persentase tutupan mangrove di Jawa Timur menjadi salah satu yang tertinggi di Pulau Jawa, dengan luasan mencapai hampir 50 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa.
“Dalam kurun waktu sejak 2021, luas kawasan tersebut juga mengalami peningkatan sekitar 4.000 hektare. Ini menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga kalangan usaha, masyarakat hingga kelompok pemerhati hutan,” katanya.
Jumadi berharap tutupan hutan di Jawa Timur, termasuk hutan mangrove dan hutan rakyat, terus meningkat hingga melampaui ketentuan minimal 30 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Saat ini, tutupan hutan di Jawa Timur disebut telah mencapai sekitar 41 persen, termasuk kawasan mangrove di dalamnya.
Melalui berbagai upaya, seperti penanaman mangrove dan pelepasliaran kepiting bakau, kawasan mangrove di wilayah pesisir diharapkan semakin berkembang.
“Dengan upaya ini, kami berharap agar kawasan mangrove di pesisir utara Jawa Timur, mulai dari Probolinggo hingga wilayah timur, dapat semakin berkembang dan berfungsi secara maksimal,” imbuhnya.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin menyebut, Kota Probolinggo adalah salah satu daerah dengan cakupan kawasan mangrove yang cukup luas, khususnya di sepanjang garis pantai.
Bahkan, Kota Probolinggo baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari ICLEI (International Council for Local Environmental Initiatives) atas pengelolaan dan cakupan kawasan mangrove.
“Karena hal tersebut, Kota Probolinggo baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai kota terbaik dalam pengelolaan dan cakupan mangrove dari ICLEI,” katanya.
Dalam dua tahun terakhir, Pemerintah Kota Probolinggo telah menambah tutupan mangrove sekitar 30 hektare.
Dengan demikian, saat ini luas kawasan mangrove di Kota Probolinggo mencapai sekitar 120 hektare dari total potensi kawasan yang diperkirakan mencapai 150 hektare.
“Insya-Allah, ke depan atas jerih payah Bapak dan Ibu sekalian yang selama ini memiliki perhatian besar terhadap kelestarian mangrove, akan mendapatkan perhatian dunia,” imbuh Aminuddin.
Selain melakukan penanaman mangrove bersama sejumlah pelajar dan pegiat lingkungan, Khofifah bersama jajaran juga melakukan pelepasliaran burung pecuk hitam dan kepiting bakau.
Khofifah mengatakan, kegiatan penanaman mangrove telah menjadi salah satu kegiatan yang rutin dilakukannya sejak menjabat sebagai Menteri Sosial.
Saat itu, ia kerap melakukan penanaman mangrove bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Kini, setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, kebiasaan tersebut terus dilanjutkan setiap kali dirinya mengunjungi kawasan pesisir.
“Penanaman mangrove ini juga sebagai sedekah oksigen. Saya mengajak seluruh pihak untuk terus menanam mangrove. Semua tanaman yang ditanam menyerap karbon dioksida, sehingga merupakan sedekah oksigen,” katanya.
Sebelum menghadiri Festival Mangrove Jawa Timur, Khofifah terlebih dahulu mengunjungi SMKN 4 Kota Probolinggo untuk menghadiri program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk olahan pangan hasil karya siswa SMA dan SMK dari Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, Khofifah juga menyaksikan proses pencairan bantuan bagi siswa, termasuk penyerahan bantuan biaya pendidikan kepada sejumlah penerima manfaat.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan penanaman bibit pohon bersama para siswa, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, serta Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari.
Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjangkau berbagai daerah untuk menyalurkan beasiswa afirmasi kepada siswa dari keluarga kurang mampu.
Di Kota Probolinggo, tercatat sebanyak 204 siswa masuk sebagai penerima bantuan tersebut, khususnya dari kelompok desil 1 hingga 4.
“Dengan beasiswa ini, tidak ada alasan lagi mereka putus sekolah atau berhenti dengan alasan ekonomi. Tujuannya agar mereka bisa tetap bersekolah, baik di tingkat SMA, SMK maupun SLB,” katanya.
Selain itu, Khofifah juga mengapresiasi pelaksanaan program SIKAP yang mengembangkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan media tanam polybag di lingkungan sekolah.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman praktik bercocok tanam kepada siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
“Penanaman tanaman di media polybag menjadi bagian pembelajaran sekolah-sekolah dan menjadi bagian dari terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia,” imbuhnya. (*)












