Pasuruan,- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan merencanakan pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah selatan.
Rumah sakit yang akan dibangun di Kecamatan Purwodadi itu diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 200 tempat tidur.
Pembangunan RSUD tersebut masuk dalam rencana pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar yang dibahas dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit itu bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan.
Selama ini, sebagian warga di kawasan tersebut masih harus mengakses layanan rumah sakit hingga ke Lawang, Kabupaten Malang.
RSUD Purwodadi nantinya diproyeksikan melayani sekitar 614 ribu penduduk yang tersebar di 10 kecamatan, yakni Purwodadi, Purwosari, Wonorejo, Kejayan, Sukorejo, Prigen, Puspo, Pasrepan, Tutur, dan Tosari.
“Rencana pinjaman itu untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan, terutama yang ada di wilayah selatan,” kata Rusdi saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD dalam rapat paripurna, Rabu (4/11/26).
Selain fasilitas rawat inap, RSUD Purwodadi juga direncanakan dilengkapi helipad. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung layanan rujukan kesehatan, termasuk program ambulans udara.
“UHC prioritas tetap kita pertahankan dan layanan rujukan kita akan semakin lengkap karena RSUD Purwodadi nantinya akan dilengkapi helipad yang akan mendukung program Presiden, yaitu ambulans udara,” ujarnya.
Pemkab Pasuruan juga akan menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) secara paralel dengan proses pembangunan rumah sakit.
Kebutuhan tersebut meliputi jajaran manajemen, dokter umum, dokter spesialis, perawat, tenaga kesehatan lainnya, hingga tenaga administrasi dan pendukung.
Dalam proses perekrutan, Pemkab Pasuruan akan memprioritaskan warga setempat.
“Ketika RSUD Purwodadi dalam fase pembangunan, secara paralel kita siapkan SDM-nya. Rekrutmen itu kita utamakan dari warga Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.
Terkait pembiayaan, Pemkab Pasuruan berencana memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Bangil dan RSUD Grati untuk membantu pembayaran cicilan pinjaman.
Setelah beroperasi, RSUD Purwodadi juga diharapkan dapat menghasilkan pendapatan sendiri yang nantinya ikut menopang pembayaran cicilan tersebut.
Rusdi mencontohkan, RSUD Grati dengan kapasitas 150 tempat tidur mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp90 miliar per tahun.
“Jika RSUD wilayah selatan ini sudah operasi, akan bisa membantu membayar cicilan pinjamannya sendiri dari pendapatan yang akan didapatnya,” pungkasnya. (*)












