Jember,- Perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember kembali normal setelah gangguan gogosan tanah di petak Sempolan – Ledokombo dan longsoran di petak Kalibaru – Mrawan berhasil ditangani, Senin (2/11/26).
Seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan kini sudah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal sesuai ketentuan.
Perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember juga kembali lancar, dengan seluruh kereta berangkat tepat waktu.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan penanganan gangguan di kedua lokasi telah diselesaikan sehingga operasional kereta api dapat kembali berjalan normal.
“Alhamdulillah, seluruh lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan kini telah dapat dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Operasional perjalanan KA di wilayah Daop 9 Jember juga telah kembali normal dan seluruh KA berangkat tepat waktu,” ucap Cahyo, Selasa (3/11/26).
Sejumlah perjalanan yang sebelumnya terdampak, seperti KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang Kota Lama dan KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan, kini kembali beroperasi normal.
KA Pandanwangi yang sempat dibatalkan juga telah kembali melayani penumpang sesuai jadwal.
Di lokasi gogosan tanah Km 10+0/10 petak Sempolan – Ledokombo, KAI telah menyelesaikan penanganan awal sehingga jalur dapat dilalui dengan kecepatan normal.
Penguatan dan pemantauan kondisi prasarana tetap dilakukan untuk menjaga kestabilan tanah di sekitar rel.
Sementara itu, longsoran di Km 32+2/3 petak Kalibaru–Mrawan ditangani dengan memperkuat tebing menggunakan rel pancang dan bronjong.
Setelah perbaikan dan pemeriksaan, jalur tersebut juga telah dinyatakan aman untuk dilalui kereta api dengan kecepatan normal.
Cahyo mengapresiasi petugas yang terlibat dalam penanganan gangguan serta pelanggan yang telah bersabar selama proses perbaikan dan penyesuaian perjalanan berlangsung.
Meski operasional kembali normal, KAI Daop 9 Jember tetap meningkatkan pemeriksaan jalur, khususnya pada lokasi yang sebelumnya mengalami gangguan.
Pemantauan dilakukan terhadap kestabilan tanah, kondisi tebing, serta fungsi saluran drainase untuk mengantisipasi potensi gangguan susulan.
KAI juga mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur kereta api agar menjaga lingkungan prasarana dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, longsoran, atau gangguan saluran air.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan pelanggan akibat gangguan tersebut. Keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama,” bebernya.
“Karena itu, meskipun operasional telah kembali normal, pemantauan dan perawatan prasarana akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tutup Cahyo. (*)












