Probolinggo,– Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menerbitkan surat edaran terkait pembukaan kembali destinasi tersebut bagi wisatawa.
Untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi itu, Polres Probolinggo meningkatkan patroli serta sosialisasi.
Upaya antisipasi tersebut dilakukan oleh sejumlah Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit), dengan melakukan patroli serta sosialisasi di sejumlah titik kawasan wisata Bromo.
Kasat Pam Obvit Polres Probolinggo AKP Merdhania Pravita Shanty mewakili Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar mengatakan, kegiatan patroli dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
“Patroli ini merupakan bagian dari upaya pencegahan sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada wisatawan yang kembali berkunjung ke kawasan Bromo,” kata Vita saat berada di kawasan Bromo, Rabu (23/9/26).
Mantan Kasi Humas Polres Probolinggo ini mengatakan bahwa wisatawan yang memasuki kawasan konservasi juga harus memperhatikan keselamatan selama melakukan aktivitas wisata.
Pengunjung juga diminta untuk mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh pengelola BB TNBTS.
Selain menjaga keamanan wisatawan, Polres Probolinggo juga memberikan perhatian terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hal ini menyusul sejumlah kejadian kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan Bromo.
Untuk itu, wisatawan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, termasuk menyalakan api unggun maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Kami meminta wisatawan tidak melakukan kegiatan yang bisa menjadi sumber api. Jangan menyalakan api unggun dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Menjaga kawasan Bromo dari ancaman kebakaran merupakan tanggung jawab bersama,” bebernya.
Selain ancaman kebakaran, wisatawan juga diminta ikut menjaga kebersihan kawasan dengan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama beraktivitas.
Pengunjung juga diimbau memantau perkembangan cuaca setempat sebelum maupun selama melakukan perjalanan di kawasan Bromo.
“Kami ingin wisatawan bisa menikmati keindahan Bromo dalam suasana yang aman, nyaman, dan tertib. Karena itu, keselamatan wisatawan sekaligus kelestarian lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” pungkas Vita.
Sebelumnya, Kebakatan Hutan dan Lahan (Karhutla) telah beberapa kali terjadi. Bahkan, karena karhutla yang terjadi terus meluas, BB TNBTS akhirnya menutup total pintu masuk Gunung Bromo guna memaksimalkan upaya pemadaman. (*)












