Jember, – Siswa SDN Sumber Anget 01, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, kini bisa berharap belajar dengan fasilitas yang lebih layak.

Sekolah mereka yang sebelumnya mengalami kerusakan atap dan keterbatasan toilet kini mendapat program revitalisasi satuan pendidikan 2026.

Plt Kepala SDN Sumber Anget 01, Desi Ratna Sulistiawati, mengatakan kondisi atap sekolah sebelumnya sudah banyak yang rusak dan lapuk.

Pihak sekolah bersama wali murid bahkan sempat bergotong royong memperbaiki atap secara swadaya karena kondisinya mengkhawatirkan.

“Seluruh warga sekolah sangat senang sekali karena keadaan sekolah ini sebelumnya sangat memprihatinkan, terutama atap,” kata Desi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/26).

Keterbatasan juga terjadi pada fasilitas toilet. Sebelumnya, sekolah hanya memiliki satu toilet siswa yang terdiri dari satu bilik untuk putra dan satu bilik untuk putri. Melalui revitalisasi, kini dibangun tiga toilet baru untuk siswa putra, siswa putri, dan guru.

Selama pembangunan berlangsung, siswa harus meninggalkan ruang kelas mereka untuk sementara. Kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke tiga musala di sekitar sekolah dengan sistem dua shift.

“Kelas 1, 2, 3 itu masuk pagi. Untuk kelas 4, 5, 6 masuknya siang,” ujar Desi.

Meski harus belajar di tempat berbeda, kegiatan pembelajaran tetap berjalan. Pihak sekolah bekerja sama dengan komite, tokoh masyarakat, dan warga sekitar untuk menyediakan tempat belajar sementara bagi para siswa.

Program revitalisasi tersebut mencakup enam ruang kelas, perpustakaan, toilet, serta penataan lingkungan sekolah. Pengerjaan dimulai sejak akhir Agustus 2026 dengan target selesai dalam 100 hari dan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

Saat ini SDN Sumber Anget 01 memiliki 84 siswa dan 10 guru. Desi berharap, perbaikan sekolah tidak hanya membuat siswa lebih nyaman belajar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, revitalisasi sekolah dilakukan karena masih banyak bangunan pendidikan yang membutuhkan penanganan.

Ia menyebut ketika pertama kali masuk di Kabupaten Jember terdapat 1.531 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat.

“Di Kabupaten Jember ada 1.531 gedung rusak berat, bukan rusak ringan. Mau sistem yang kita ambil dari luar negeri dimasukkan ke Jember, kalau gedungnya tiba-tiba ambrol, tetap saja takut juga mereka mau masuk sekolah,” kata Fawait beberapa waktu lalu.

Menurut Fawait, kondisi fisik sekolah menjadi salah satu hal yang harus lebih dulu ditangani sebelum pemerintah melakukan pembenahan sistem pendidikan.

Ia menyebut, revitalisasi menjadi salah satu fokus pemerintah daerah sejak 2025 hingga 2026.

Pada program revitalisasi 2026, Fawait menyebut terdapat 258 sekolah yang masuk dalam program. Sebanyak 121 sekolah merupakan milik pemerintah, sedangkan 137 lainnya merupakan sekolah swasta.

Fawait juga meminta data kondisi sarana dan prasarana sekolah yang disampaikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Data tersebut nantinya menjadi bahan pemerintah dalam menyampaikan kebutuhan revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar.

Ia berharap program revitalisasi dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak sekolah di Jember yang mendapatkan perbaikan bangunan dan fasilitas pendidikan.

“Mudah-mudahan di tahun-tahun berikutnya nanti bisa lebih banyak lagi terkait revitalisasi sekolah ini,” harap Fawait.


 

Editor: Elha Hidayat

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.