Probolinggo,- Dampak kekeringan dan kerusakan jaringan PDAM mulai dirasakan sejumlah desa dan dusun di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Probolinggo telah mendistribusikan bantuan air bersih ke 19 desa dan 16 dusun yang tersebar di tujuh kecamatan.

Tujuh kecamatan tersebut meliputi Tiris, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Leces, Kuripan, dan Tongas.

“Air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat dan harus dipenuhi. Karena itu, di musim kemarau saat ini kami telah memetakan desa-desa yang menjadi perhatian utama untuk kebutuhan air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, Selasa (24/8/26).

Dari sejumlah wilayah yang telah menerima suplai air bersih, terdapat beberapa desa yang menjadi perhatian BPBD karena mengalami kekurangan air.

Diantaranya Desa Paras, Tegalsono, Tegalwatu, Rejing, Tulupari, dan Sumberkramat di Kecamatan Tongas.

Selain itu, terdapat enam desa yang telah mengajukan permohonan resmi bantuan air bersih kepada BPBD.

Saat ini, BPBD tengah menjadwalkan pengiriman bantuan ke desa-desa tersebut agar krisis air bersih lekas teratasi.

“Untuk enam desa ini sudah kami jadwalkan pengiriman air bersih. Kekeringan mulai terjadi sejak awal Juni. Selain faktor kekeringan, permintaan air bersih juga disebabkan kerusakan jaringan PDAM,” imbuhnya. (*)


 

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.