Probolinggo,— Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) DPC Kabupaten Probolinggo secara resmi membuka peluang kolaborasi dengan media massa dan kreator konten.

Langkah strategis ini diambil untuk mempublikasikan proses pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Bergizi Gratis (SPBG) secara lebih terbuka dan transparan kepada publik.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPC GAPEMBI Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurrahman, seusai acara pelantikan pengurus di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Kabupaten Probolinggo Senin (20/7/2026).

Dorong Transparansi Informasi Gizi

Wahid menegaskan bahwa kemitraan resmi dengan media dan pemanfaatan media sosial kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah besarnya perhatian masyarakat terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau sudah ada wadahnya, kita tidak bisa berpaling dari media. Sekarang zamannya media sosial. Ke depan harus lebih baik, kalau selama ini jalan sendiri-sendiri, ke depan bisa lewat GAPEMBI,” tegas Wahid.

Sebagai langkah nyata, ke depan setiap dapur SPBG yang telah dilengkapi ahli gizi dapat menampilkan informasi menu harian beserta rincian kandungan gizinya secara terbuka.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dan pimpinan lembaga penerima manfaat dapat memantau langsung kualitas makanan yang disalurkan kepada anak-anak penerima program strategis nasional tersebut.

Rencana kolaborasi ini juga langsung ditindaklanjuti melalui sesi talkshow pasca-pelantikan. Seluruh Kepala SPBG dan mitra dapur diundang untuk memetakan serta mencari solusi atas berbagai hambatan operasional di lapangan.

Membangun Kepercayaan Publik

Ketua DPW GAPEMBI Jawa Timur, Makhrus Sholeh, turut menekankan pentingnya keterbukaan informasi untuk membangun kepercayaan publik (public trust).

“Pengurus harus aktif turun ke lapangan untuk memastikan setiap mitra dapur siap bersikap terbuka dalam menjawab sorotan publik,” terang Makhrus.

Inisiatif keterbukaan ini hadir di tengah sejumlah tantangan operasional yang sedang dihadapi oleh mitra dapur SPBG di Kabupaten Probolinggo.

Tantangan itu diantaranya:

● Sertifikasi Halal: Dari total 124 dapur yang beroperasi, progres sertifikasi halal saat ini baru mencapai sekitar 60 persen.

● Isu Internal dan Tata Kelola: Penanganan dugaan kasus pelecehan yang sempat berembuk di salah satu dapur SPBG wilayah timur Paiton.

Hadirnya wadah GAPEMBI diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara mitra dapur, Badan Gizi Nasional (BGN), media, dan masyarakat luas, sehingga setiap tantangan dapat diselesaikan secara terstruktur dan profesional. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.