Jember, – Sebanyak 225 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Jember menerima bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akibat mulai terdampak kekeringan pada musim kemarau.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan bantuan telah disalurkan kepada 125 KK di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat.
Selain menyalurkan air bersih, BPBD memperbarui data wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Data tersebut digunakan sebagai dasar penanganan jika wilayah lain mulai mengalami krisis air.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit air di lapangan. Wilayah yang selama ini rawan kekeringan menjadi prioritas pemantauan,” kata Edy, Rabu (8/7/26).
BPBD juga menyiapkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke daerah yang membutuhkan.
Koordinasi dengan instansi terkait dilakukan untuk memastikan pasokan air baku tetap tersedia selama musim kemarau.
Menurut Edy, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. BPBD juga menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan di wilayah rawan.
BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat selama musim kemarau. Pemerintah desa dan kecamatan juga diminta segera melaporkan jika ada wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih.
“Laporan dari masyarakat penting agar bantuan dapat segera kami salurkan,” ujarnya.
Warga yang terdampak kekeringan dapat melapor melalui layanan Wadul Gus’e di nomor WhatsApp 081130311188 atau melalui akun media sosial @wadul.guse. (*)












