Probolinggo,- Mengantisipasi kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu, PT. Kereta Api Daop 9 Jember menempatkan belasan Petugas Jaga Lintas (PJL) ekstra. Petugas ini akan ditugaskan selama 21 hari atau selama libur sekolah.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, 17 PJL ekstra ditempatkan di 17 titik perlintasan tidak terjaga yang tersebar di wilayah Daop 9 Jember.
Belasan JPL ini telah bertugas sejak tanggal 22 Juni hingga 12 Juli 2026, bersamaan dengan lamanya libur sekolah.
“Penempatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengamanan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa liburan sekolah,” kata Cahyo, Jum’at siang (3/7/26)
“Secara keseluruhan, Daop 9 Jember memiliki 316 petugas jaga lintas, yang kini diperkuat dengan tambahan 17 PJL ekstra,” tambahnya.
Sebanyak 17 titik penempatan PJL ekstra tersebut tersebar di Kabupaten/Kota Pasuruan 2 titik, Kabupaten/Kota Probolinggo 2 titik, Kabupaten Jember 6 titik, dan Kabupaten Banyuwangi 7 titik.
“Sementara itu, di Kabupaten Lumajang tidak terdapat penambahan PJL ekstra,” sebut Cahyo.
Saat ini masih terdapat 163 perlintasan kereta api yang belum dijaga. Rinciannya, Pasuruan 14 titik, Probolinggo 13 titik, Klakah 35 titik, Tanggul 15 titik, Jember 23 titik, Kalisat 25 titik, Kalibaru 24 titik, dan Rogojampi 13 titik.
“Kondisi masih banyaknya perlintasan yang belum terjaga membutuhkan peran semua pihak, khususnya pengguna jalan, agar selalu disiplin dan waspada saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak dijaga,” ujar Cahyo.
Selain menempatkan PJL ekstra, KAI Daop 9 Jember juga terus melakukan berbagai upaya preventif dengan menggandeng TNI, Polri, dan tokoh masyarakat.
Bahkan sejumlah komunitas dilibatkan untuk melakukan pengamanan pada jam-jam dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi maupun yang rawan terjadi kecelakaan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan saat melintasi perlintasan kereta api. Tengok kanan dan kiri, dahulukan perjalanan kereta api, serta jangan menerobos palang pintu yang sudah tertutup,” imbuh Cahyo. (*)












