Probolinggo,– Keluhan terkait fasilitas umum di kawasan Stadion Gelora Merdeka (SGM) Kraksaan Kabupaten Probolinggo dan Pujasera Lingkar Kuba sisi timur, menguap ke permukaan.

Warga menyoroti lampu penerangan yang mati di sejumlah titik serta hilangnya mesin pompa air yang membuat kamar mandi tidak dapat digunakan.

Pemandangan gelap gulita di area PKL SGM Kraksaan sisi timur disebut telah berlangsung lama. Dampaknya, kawasan itu gelap pada malam hari dan memunculkan kekhawatiran warga terhadap potensi gangguan keamanan maupun ketertiban umum.

Salah satu pedagang kaki lima (PKL) Gelora Kraksaan, Saifurrahman (35), mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, lampu penerangan memiliki peran penting untuk menjaga kenyamanan sekaligus keamanan kawasan publik.

“Kami khawatir tempat yang gelap terjadi sesuatu, seperti pencurian maupun aktivitas mesum di tempat remang-remang. Hal ini sangat miris karena wajah kota dan keindahan kawasan harus tetap terjaga. Percuma ada lampu jika tidak menyala,” ujar Saifurrahman, Jum’at (5/6/26).

Tak hanya persoalan lampu penerangan, para PKL juga mengeluhkan fasilitas kamar mandi di kawasan Pujasera Lingkar Kuba yang tidak lagi dapat digunakan. Kondisi tersebut terjadi setelah mesin pompa air di lokasi dilaporkan hilang.

HILANG: Pompa air di area SGM Kraksaan hilang sehingg kamar mandi tidak berfungsi. (foto: Jhon Qudsi).

Akibatnya, para pedagang maupun pengunjung harus berjalan menuju area sebelah barat kawasan untuk sekadar buang air kecil. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas pedagang.

“Apalagi kawasan ini menjadi salah satu titik masyarakat mengais rezeki pada malam hari,” imbuh Saifurrahman.

Respons Dinas

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, Sugeng Wiyanto mengakui kawasan tersebut merupakan fasilitas umum terbuka sehingga memiliki kerawanan terhadap potensi kehilangan barang.

“Pemerintah menyiapkan tempat fasum terbuka, harapan kita PKL juga harus paham kondisi terbuka rawan hilang. Saya menghimbau setelah berdagang barang-barangnya diringkesi. Tidak mungkin DKUPP menjaga stadion 24 jam,” tulis Sugeng melalui pesan pribadi WhatsApp (WA).

Sugeng juga menyampaikan bahwa terkait lampu penerangan jalan umum (PJU), pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto melalui Sekretaris Dinas, Taufik menyampaikan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait lampu penerangan yang mengalami gangguan di kawasan Gelora Kraksaan.

“Hari ini tim sarpras dari Dishub sudah kami kerahkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan pada lokasi dimaksud,” terang Taufik.

Dishub Kabupaten Probolinggo juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang menyampaikan laporan kerusakan fasilitas umum agar kerusakan dapat segera ditindaklanjuti.

“Dishub sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif dalam menginformasikan kondisi sarana penerangan yang mengalami gangguan sehingga bisa kami tindaklanjuti segera. Peran serta masyarakat sangat kami butuhkan untuk optimalnya layanan penyediaan dan pemeliharaan perlengkapan jalan pada ruas-ruas jalan kabupaten di Probolinggo,” bebernya.

Namun, ketika ditanya terkait besaran anggaran awal pemasangan PJU di kawasan Gelora Kraksaan maupun nilai pengajuan anggaran perbaikannya, Taufik tidak memberikan jawaban konkret.

“Sementara kami masih lakukan pengecekan terkait lokus. Jika kerusakan bisa dilakukan perbaikan oleh teknisi kami, maka akan langsung diperbaiki. Namun, jika tidak bisa diperbaiki oleh teknisi kami, kami akan cek masa garansi untuk diperbaiki oleh pabrikan penyedia lampu PJU,” jelasnya. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.