Probolinggo,– Kabar mengejutkan terkuak tiga hari setelah insiden dugaan pembegalan yang menimpa Nugroho, pegawai RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Nugroho, sosok yang selama ini disebut sebagai korban, mengaku bahwa pencurian dengan kekerasan (curas) alias pembegalan, tidak pernah terjadi dan sengaja direkayasa olehnya.

Pengakuan disampaikan Nugroho saat memberikan klarifikasi di Polsek Kraksaan, Rabu (3/6/26). Dalam pengakuan itu, ia menyatakan bahwa informasi mengenai pembegalan yang sebelumnya beredar luas di masyarakat tidak benar.

Sebelumnya, Nugroho diberitakan menjadi korban dugaan pembegalan saat melintas di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Senin (1/6/26) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban dilaporkan mengalami luka pada bagian tubuh dan kehilangan sepeda motor. Informasi itu dengan cepat menyebar melalui media sosial dan berbagai platform pesan instan, sehingga memunculkan beragam reaksi dari masyarakat.

Namun setelah dilakukan penyelidikan dan pendalaman oleh pihak kepolisian, fakta berbeda terungkap. Nugroho akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak pernah menjadi korban pembegalan sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan.

Dalam pernyataan terbukanya, Nugroho menjelaskan bahwa ia melakukan rekayasa tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan pribadi yang mendesak.

“Saya, Nugroho, ingin menyampaikan klarifikasi terkait kejadian viral tentang pembegalan yang terjadi di sekitar Makam Pahlawan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Bahwasanya kejadian tersebut adalah tidak benar,” ujarnya.

Ia mengaku telah menjual sepeda motor milik ayahnya, jenis Honda Beat, dan kemudian menciptakan skenario seolah-olah menjadi korban tindak kejahatan jalanan.

“Saya melakukan perbuatan tersebut karena terdesak kebutuhan. Saya menjual sepeda motor milik ayah, dan pembegalan yang terjadi kepada saya merupakan rekayasa saya sendiri dengan cara melukai tubuh saya sendiri,” beber dia.

Di hadapan aparat kepolisian, Nugroho juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sempat percaya dan bersimpati atas cerita yang dibuatnya.

“Karena itu, kepada seluruh warga dan netizen di seluruh Indonesia, terutama masyarakat Probolinggo, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada jajaran kepolisian yang telah melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

“Bapak Kapolres, Bapak Kapolsek, saya pribadi Nugroho Priyo Wicaksono meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya khilaf,” ia memungkasi. (*)

Editor: Mohammad S

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.