Probolinggo,- Menjelang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), mulai memetakan kebutuhan hewan kurban.

Plh. Kadis DKPPP Kota Probolinggo, Trillya Yuliana menyebut, kebutuhan hewan kurban kali ini mengacu pada data pemotongan hewan tahun lalu yakni 1.721 ekor jenis domba dan kambing, serta 305 ekor sapi.

“Terkait stok hewan kurban, saat ini kami belum bisa mendata, karena lapak-lapak penjual hewan kurban masih hanya beberapa saja yang sudah buka,” ujar Trillya, Jum’at (8/5/26).

Trillia menjelaskan, meski Idul Adha masih sekitar 3 minggu kedepan, namun harga jual hewan kurban, baik kambing atau sapi sudah mulai merangkak naik.

Di Pasar Hewan Wonoasih, kenaikan sapi siap potong mencapai sekitar Rp1 juta – 1,5 juta per ekor.

Untuk menjaga kualitas hewan kurban, DKPPP Kota Probolinggo masih melakukan vaksinasi  baik pencegahan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Desease (LSD).

“Di Kota Probolinggo masih kita temukan, namun jumlahnya tidak banyak, namun demikian kami sampai saat ini masih melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Nantinya sepekan sebelum Idul Adha, DKPPP akan melakukan pengawasan ketat terhadap hewan kurban yang dijual di lapak-lapak musiman, utamanya lapak pedagang di pinggir jalan.

“Biasanya satu minggu menjelang hari H, kami keliling ke lapak-lapak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” sampainya. (*)

Editor: Mohammad S

Advertisement

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.