Lumajang, – Panahan bukan sekadar olahraga, tetapi juga termasuk salah satu sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Beberapa hadits menekankan pentingnya kegiatan ini seperti:
“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah.” (HR Bukhari, Muslim)
“Lemparkanlah (panah) dan tunggangilah (kuda).” (HR Muslim)
Di Lumajang, olahraga panahan terus berkembang dan mendapat minat tinggi dari masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Salah satu klub panahan yang aktif adalah Fas Satria Pandhita Archery (SPA), yang berlatih rutin di Lapangan GOR Wilabakti Lumajang setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
Menariknya, latihan tetap dilakukan selama bulan puasa, sambil menunggu waktu berbuka puasa, atau yang biasa dikenal dengan istilah ngabuburit sambil memanah.
“Latihan ini bukan hanya untuk kebugaran, tapi juga menjaga feeling dan fokus anak-anak. Selama bulan puasa, mereka justru sangat antusias karena latihan sore sambil menunggu berbuka puasa,” kata pelatih panahan, Sukma Andi Dermawan, Senin (23/2/2026).
Andi menambahkan, minat masyarakat Lumajang terhadap panahan cukup tinggi, terlihat dari banyaknya ekstrakurikuler panahan di sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, sekolah di daerah pedesaan seperti SD Jarit 01 kini sudah menjadi afiliasi klub mereka.
Lanjut dia, latihan panahan tidak hanya soal menembakkan panah. Sukma menekankan tiga aspek penting dalam latihan fisik, teknik, dan mental.
“Banyak yang mengira panahan tidak butuh fisik, itu salah. Fisik memengaruhi 50 persen akurasi. Mental juga penting, bagaimana anak menghadapi lomba, bersabar, dan menerima kekalahan. Tanpa mental yang kuat, hasil latihan tidak maksimal,” jelasnya.
Bagi masyarakat atau pemula yang ingin belajar panahan, klub ini membuka kesempatan lebar. “Kami tidak menuntut persyaratan khusus di awal. Pemula dipersilakan datang ke lapangan, mencoba alat panahan yang kami pinjamkan, dan bila setelah sekitar satu bulan mereka mantap, barulah kita bicarakan tentang keanggotaan,” katanya.
Prestasi Fas Satria Pandita Arseri cukup membanggakan. Pada 2023, atlet binaan mereka, Nabila Firsah meraih medali perak di Kejurnas Yogyakarta.
Tahun 2025, Nailah berhasil meraih medali emas di divisi nasional kelompok usia 15 tahun di Kudus. Di tingkat Jawa Timur, klub ini rutin mendapatkan medali, termasuk emas di Power Prof Malang 2025 di bawah kepemimpinan ketua Perpani, Nugraha Yudha Mudiyarto.
“Saya sudah memanah sejak kelas 4 SD. Selain sunnah Rasulullah, panahan melatih fokus dan konsentrasi. Selama bulan puasa, latihan sore sambil ngabuburit sangat menyenangkan. Prestasi saya meliputi medali emas, perak, dan perunggu di tingkat provinsi,” kata salah satu anggita klub Satria Pandhita Archery (SPA), Nayla Fatimah Azzahra.
“Saya memilih panahan karena ingin melatih konsentrasi dan mental. Selama bulan Ramadan, latihan sore sambil menunggu berbuka tetap seru. Prestasi tertinggi saya pada 2023 yaitu medali perak Kejurnas di Yogyakarta,” kata Navila Firza Aprillia. (*)












