Lumajang, – Banjir lahar hujan Gunung Semeru mengakibatkan jalan penghubung Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, putus total, Minggu (1/2/2026).

Akibatnya, aktivitas warga terganggu dan anak-anak sekolah terpaksa mencari jalur alternatif untuk berangkat ke sekolah.

Putusnya jalan terjadi di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Jalan sepanjang sekitar 20 meter ambrol setelah diterjang banjir lahar hujan pada Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu dini hari.

Salah seorang warga Gondoruso, Mutrikan, mengatakan derasnya aliran lahar hujan mengikis tanah di bawah badan jalan hingga akhirnya ambrol dan tidak bisa dilalui.

“Ini malam tadi besar (banjirnya), jadi ambrol seperti ini, sudah tidak bisa lewat,” kata Mutrikan.

Akibat kerusakan tersebut, akses utama Pasirian-Tempursari terputus total. Bahkan, jalan tersebut tidak memungkinkan dilewati dengan berjalan kaki.

Warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh atau menyeberangi aliran sungai yang relatif dangkal. Namun, jalur tersebut dinilai berisiko, terutama bagi anak-anak.

Agus, warga setempat, mengatakan rusaknya jalan berdampak langsung pada aktivitas pendidikan. Para orang tua harus mengantarkan anak-anak ke sekolah dengan menyusuri aliran lahar hujan Gunung Semeru yang masih cukup deras.

“Mau antar anak sekolah, kalau lewat pantai Bambang muternya jauh. Lewat sini (sungai), tapi kalau tidak biasa bisa jatuh,” ujarnya.

Sebelumnya, banjir lahar hujan Gunung Semeru juga menyebabkan tanggul penahan sungai di Desa Gondoruso jebol. Dampaknya, empat dusun di Kecamatan Pasirian terisolir karena akses jalan terputus.

Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar akses penghubung antar kecamatan dapat kembali dilalui dan aktivitas masyarakat bisa berjalan normal. (*)

Editor: Ikhsan Mahmudi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.