Probolinggo,- Tragedi maut pesta minuman keras di rumah Kades Temenggungan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (29/4/25) malam masih menjadi sorotan publik.
Banyak pihak yang mengecam tragedi yang merenggut dua nyawa tersebut. Bahkan ada desakan agar kades dicopot.
Hal ini diakui oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Temenggungan. Bahkan sejumlah warga kini menaruhkan harapannya kepada BPD untuk memperbaiki citra desa.
Langkah awal dari BPD setempat adalah mencari informasi terkait peristiwa maut itu, termasuk melakukan klarifikasi terhadap sejumlah orang yang terlibat dalam peristiwa terebut.
“Kami coba tabayyun terhadap para saksi yang juga pelaku (orang yang ikut pesta miras di rumah kades temenggungan, red) untuk mengumpulkan informasi,” kata ketua BPD Temenggungan, Sugianto, Senin (5/5/25).
Ia mengatakan, salah satu pengakuan dari enam orang yang terlibat pesta miras tersebut mulanya tidak mengetahui akan adanya pesta maut itu. Namun, yang bersangkutan dipanggil untuk ikut berpesta.
“Satu saksi ini tidak tahu ada pesta itu, namun ketika melintas di depan rumah kades, ia dipanggil untuk ikutan,” ujarnya.
Satu saksinya ini juga menjelaskan, dalam pesta yang berakhir sekitar pukul 03.00 dini hari pada Rabu (30/4/25) itu, yang bersangkutan tidak ikut pesta sampai selesai.
Namun, ia mengakui pada saat pesta miras berlangsung, Kades Temenggungan Muhammad Iqbal Ali ada dan mengetahui adanya pesta maut tersebut.
“Jadi yang bersangkutan ini mengatakan Kades ada saat itu, namun yang bersangkutan tidak tahu apakah kades juga ikut minum (miras, red) atau tidak,” ujarnya.
Namun dalam pengakuan pelaku saksi lainnya yang juga termasuk orang yang ikut pesta miras di rumah Kades Temenggungan, menjelaskan bahwa Kades Iqbal juga ikut minum miras dalam pesta maut tersebut.
“Ada kesaksian dari yang lain bahwa Pak Tenggi (kades, red) juga ikut minum minuman keras itu,” ia memungkasi. (*)
Editor: Mohammad S
Publisher: Keyra













