Jember,- Luapan air menyebabkan gogosan atau tergerusnya tanah di sekitar jalur kereta api petak Ledokombo (LDO)–Sempolan (SPL), Kabupaten Jember, Senin (2/11/26).
Peristiwa tersebut terjadi di Km 10+0/1 dan diketahui petugas sekitar pukul 06.00 WIB.
Gogosan terjadi setelah luapan air mengikis tanah di sekitar jalur rel. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kestabilan prasarana kereta api sehingga perlu segera ditangani.
PT KAI Daop 9 Jember langsung melakukan penanganan darurat dengan menerapkan Semboyan 3 sebagai tanda bahaya.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko keselamatan sebelum jalur dinyatakan aman untuk operasional kereta api.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah mengetahui adanya gogosan di lokasi tersebut.
“KAI Daop 9 Jember segera merespons laporan petugas di lapangan dengan melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
Penerapan prosedur keselamatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya sekaligus memastikan kondisi jalur mendapatkan penanganan yang diperlukan sebelum dapat dilalui kembali,” ujar Cahyo.
Penanganan dilakukan dengan membersihkan material yang mengganggu badan rel, memperkuat tebing, menambahkan ballast baru, serta memasang tanggul penahan gogosan untuk mencegah tanah kembali tergerus air.
Petugas juga melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi tanah dan jalur rel setelah perbaikan.
Cahyo menegaskan, jalur tersebut baru dapat dilalui kembali setelah pemeriksaan dan evaluasi teknis memastikan kondisi prasarana aman untuk perjalanan kereta api.
“KAI Daop 9 Jember menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat kejadian tersebut. Penanganan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api,” pungkasnya. (*)












